Hijau–Biru Kembali ke Pohon Cinta, Ketegasan Kapolres Mengubah Nasib Pesisir

Sunday, 11 January 2026 - 04:36

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

akulturasipost, Pohuwato — Panorama laut di sekitar Pohon Cinta kembali memukau, Minggu (11/01/26). Warna laut yang sempat kusam kini berangsur pulih ke rona aslinya—hijau dan biru—menandai kembalinya kejernihan perairan yang selama ini menjadi kebanggaan warga dan destinasi favorit pengunjung.

Pemulihan ini dipastikan sebagai dampak langsung dari penertiban tegas aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI) di areal Tambang Bulangita yang dilakukan jajaran kepolisian. Sejak operasi penertiban digelar, aliran sungai di sekitar jembatan Pohon Cinta yang sebelumnya mengalirkan air keruh berwarna cokelat ke laut, kini kembali jernih sehingga tidak lagi mengganggu panorama pesisir.

Sebelumnya, masyarakat—khususnya pelaku usaha kecil yang berjualan makanan di kawasan wisata—mengeluhkan penurunan kualitas lingkungan. Aktivitas tambang “bulan hitam” disebut mencemari dan mengontaminasi air sungai. Dampaknya, distribusi sedimen ke laut membuat pemandangan tercemar dan kunjungan wisatawan menurun. “Dulu air sungai cokelat dan laut jadi keruh. Sekarang sudah jernih lagi, pemandangan kembali indah,” ujar salah seorang pedagang.

Hari ini, suasana berubah. Warga menyuguhkan kembali panorama laut yang bersih kepada pengunjung, disertai ungkapan syukur atas pemulihan lingkungan. Masyarakat juga menyampaikan terima kasih kepada Kapolres Pohuwato, Busroni, yang dinilai berani mengambil langkah penertiban secara masif. “Selama ini belum ada Kapolres yang berani bertindak seberani ini. Baru kali ini kami merasakan dampaknya langsung,” kata warga setempat.

Langkah penertiban tersebut dinilai bukan hanya menegakkan hukum, tetapi juga memulihkan ekosistem pesisir dan menghidupkan kembali ekonomi warga di kawasan wisata Pohon Cinta. Laut yang kembali hijau–biru kini menjadi simbol harapan: ketika hukum ditegakkan, alam dan masyarakat sama-sama pulih. (tim redaksi)

 

Berita Terkait

Ketika Pendukung berbalik Bertanya: Ke Mana Pemerintah Saat Rakyat Kehilangan Nafkah?
Turnamen Bupati Cup dan UMKM Jadi Satu Panggung, PDPM Maluku Tenggara Apresiasi Inovasi Pemda
Jumat Berkah YR TIM di Lapas Pohuwato, Kepedulian untuk warga lapas yang Sedang Menjalani Pembinaan
HUT TNI ke-81,Babinsa Koramil 02/Marisa serta Pemkab Pohuwato Tanam Mangrove di Desa Palopo
HEBOH! BANGUNAN MUNCUL DI BAWAH JEMBATAN MANUNGGAL KARYA — SIAPA YANG MEMBANGUN?
Putusan PN Limboto dan Dua Putusan MA Jadi Pijakan, Salahudin Pakaya, SH.MH Klaim Kubu Zuriaty Sah
HUT ke-8 Korem 133/Nani Wartabone: Menjaga Api Perjuangan Sang Pahlawan Gorontalo
“Masih Banyak Warga Pohuwato Belum Punya SIM, Polisi Buka Jalan: Bhabinkamtibmas Siap Bantu!”

Berita Terkait

Sunday, 13 September 2026 - 13:29

Ketika Pendukung berbalik Bertanya: Ke Mana Pemerintah Saat Rakyat Kehilangan Nafkah?

Friday, 11 September 2026 - 11:09

Turnamen Bupati Cup dan UMKM Jadi Satu Panggung, PDPM Maluku Tenggara Apresiasi Inovasi Pemda

Friday, 11 September 2026 - 10:18

Jumat Berkah YR TIM di Lapas Pohuwato, Kepedulian untuk warga lapas yang Sedang Menjalani Pembinaan

Friday, 11 September 2026 - 06:11

HUT TNI ke-81,Babinsa Koramil 02/Marisa serta Pemkab Pohuwato Tanam Mangrove di Desa Palopo

Friday, 11 September 2026 - 00:42

HEBOH! BANGUNAN MUNCUL DI BAWAH JEMBATAN MANUNGGAL KARYA — SIAPA YANG MEMBANGUN?

Berita Terbaru