Akulturasipost, LANGGUR – Musyawarah Daerah (Musda) III Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Maluku Tenggara resmi menetapkan Rahmat H. Reliubun untuk kembali menjabat sebagai Ketua Pimpinan Daerah periode mendatang. Penetapan ini dilakukan secara mufakat melalui mekanisme rapat formatur yang berlangsung di Langgur, Rabu (09/04/2026).
Dalam rapat yang diikuti oleh 11 formatur tersebut, selain menetapkan Ketua, juga disepakati nama-nama yang akan menduduki posisi strategis lainnya. Hasan Narew ditetapkan sebagai Sekretaris dan Abdolla Roroa dipercaya memegang jabatan Bendahara untuk melengkapi barisan kepemimpinan organisasi ini.
Usai penetapan hasil musyawarah, Rahmat H. Reliubun menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas kepercayaan yang kembali diberikan oleh seluruh kader. Ia menegaskan bahwa amanah ini bukanlah sebuah kemenangan pribadi, melainkan kemenangan bersama seluruh keluarga besar Pemuda Muhammadiyah di Bumi Larwul Ngabal.
“Kami memaknai kepercayaan ini sebagai panggilan pengabdian. Amanah ini adalah tanggung jawab besar untuk membawa perubahan nyata. Kami hadir untuk berbakti, bukan sekadar menjabat dan mencari popularitas,” tegas Rahmat dalam keterangan persnya.
Lebih lanjut, Rahmat menyebutkan bahwa Musda III kali ini menjadi momentum yang sangat penting untuk konsolidasi ide dan pemantapan visi. Ia berkomitmen untuk terus mempertegas peran organisasi sebagai pelopor, pelangsung, dan penyempurna amal usaha Muhammadiyah, serta menjadi garda terdepan dalam pembangunan daerah.
Dalam periode kepemimpinannya yang kedua ini, terdapat tiga pilar utama yang akan menjadi fokus utama kerja organisasi. Pilar pertama adalah penguatan ideologi dan kaderisasi. Hal ini dilakukan untuk memastikan setiap kader memiliki pondasi moral dan intelektual yang kuat dalam menghadapi dinamika zaman.
Pilar kedua yang menjadi prioritas adalah kemandirian ekonomi kader. Rahmat berencana mendorong berbagai program pemberdayaan ekonomi kreatif. Tujuannya jelas, agar para pemuda tidak hanya aktif secara organisasi, tetapi juga memiliki daya saing ekonomi yang kuat dan mampu berkontribusi menekan angka pengangguran.
Sementara itu, pilar ketiga adalah membangun sinergi strategis dengan pemerintah daerah dan berbagai stakeholder lainnya. Menurutnya, peran organisasi sangat dibutuhkan untuk hadir mengawal kebijakan publik, terutama yang menyentuh aspek sosial, infrastruktur, dan kesejahteraan masyarakat.
Rahmat berharap, dengan kepemimpinan yang baru ini, Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Maluku Tenggara dapat terus tumbuh dan berkembang. Tidak hanya besar secara kuantitas atau jumlah anggota, tetapi lebih utama lagi adalah besar dampak dan manfaatnya secara kualitas bagi masyarakat luas.
“Kami siap bekerja maksimal dan bersinergi dengan Pemerintah Daerah serta seluruh elemen kepemudaan. Bersama-sama kita wujudkan Maluku Tenggara yang lebih maju, sejahtera, dan bermartabat,” tutup Rahmat H. Reliubun mengakhiri sambutannya.
ERICK






