Fasilitas Terbatas, Layanan Belum Maksimal: Tantangan Kesehatan di Kei Besar

Friday, 10 April 2026 - 15:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost, –Kondisi layanan kesehatan di Pulau Kei Besar, Kabupaten Maluku Tenggara, masih menghadapi berbagai kendala serius, terutama terkait keterbatasan fasilitas penunjang. Persoalan ini menjadi sorotan dalam Workshop Percepatan Pembangunan Kabupaten Maluku Tenggara Tahun 2026 yang digelar di Jakarta pada Rabu (8/4/2026).

Bupati Maluku Tenggara, Muhammad Thaher Hanubun, menjelaskan bahwa pelayanan kesehatan di wilayah perbatasan tersebut belum sepenuhnya berjalan maksimal. Walaupun Rumah Sakit Pratama Elat telah dioperasikan sejak akhir 2025, minimnya sarana pendukung seperti ambulans masih menjadi hambatan dalam memberikan layanan optimal kepada masyarakat.

Ia juga menyoroti keterbatasan fasilitas bagi tenaga kesehatan. Saat ini, sebagian besar tenaga medis—sekitar 80 persen—masih harus menumpang tinggal di rumah warga karena belum tersedia hunian dinas yang memadai.

Di tingkat pelayanan dasar, kondisi infrastruktur juga belum merata. Dari 11 puskesmas yang ada di Pulau Kei Besar, hanya tiga yang berada dalam kondisi baik, sementara sisanya mengalami kerusakan dengan tingkat ringan hingga berat.

Situasi yang lebih mengkhawatirkan terjadi pada puskesmas pembantu. Dari total 18 unit, hanya dua yang layak digunakan, sedangkan sebagian besar lainnya berada dalam kondisi rusak sedang hingga berat. Hal ini berdampak langsung pada kualitas pelayanan kesehatan yang diterima masyarakat setempat.

Dampak keterbatasan tersebut tercermin pada capaian indikator kesehatan. Pada tahun 2025, layanan kesehatan bagi ibu hamil baru menjangkau 58,13 persen. Selain itu, tercatat sembilan kasus kematian bayi, sementara cakupan pelayanan kesehatan bagi bayi baru lahir baru mencapai 68,25 persen.

Pemerintah daerah pun menempatkan persoalan ini sebagai prioritas, guna mendorong pemerataan dan peningkatan kualitas layanan kesehatan, khususnya di wilayah perbatasan yang masih tertinggal.

Berita Terkait

Nyalip Truk, Mobil Operasional PGM Tabrak Anak di Hulawa, Warga Panik Evakuasi Korban
Dugaan Korupsi DLH Pohuwato Mengemuka, Sejumlah Pejabat Dipanggil Kejaksaan
Pasokan Pangan Digelontorkan ke Kei Besar, Tol Laut Jadi Kunci Stabilitas Harga
Nelayan Kangean Hilang Saat Melaut, Perahu Ditemukan Tanpa Awak
Pickup Angkut Solar Terbakar di Jalur Trans Pohuwato, Api Hanguskan 70 Persen Kendaraan
Hidupkan Tradisi, Lebaran Betawi 2026 Perkuat Identitas Budaya Jakarta
Desak Copot Kades Yipilo, Massa Aksi Kepung PMD: Rekomendasi Turun, Bola di Tangan Bupati
Aktivis Dipanggil, Tambang Rakyat Digusur: Bara Konflik Pani Kian Membakar Pohuwato
Berita ini 14 kali dibaca

Berita Terkait

Thursday, 16 April 2026 - 09:36

Nyalip Truk, Mobil Operasional PGM Tabrak Anak di Hulawa, Warga Panik Evakuasi Korban

Thursday, 16 April 2026 - 09:23

Dugaan Korupsi DLH Pohuwato Mengemuka, Sejumlah Pejabat Dipanggil Kejaksaan

Wednesday, 15 April 2026 - 07:21

Pasokan Pangan Digelontorkan ke Kei Besar, Tol Laut Jadi Kunci Stabilitas Harga

Monday, 13 April 2026 - 14:36

Nelayan Kangean Hilang Saat Melaut, Perahu Ditemukan Tanpa Awak

Sunday, 12 April 2026 - 11:46

Pickup Angkut Solar Terbakar di Jalur Trans Pohuwato, Api Hanguskan 70 Persen Kendaraan

Berita Terbaru