Aktivis Dipanggil, Tambang Rakyat Digusur: Bara Konflik Pani Kian Membakar Pohuwato

Thursday, 9 April 2026 - 03:51

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

  Akulturasipost, Pohuwato—Eskalasi konflik di wilayah tambang Pani kian memanas. Setelah sebelumnya diwarnai gelombang aksi protes, situasi kini memasuki babak baru dengan pemanggilan sejumlah aktivis oleh Polda Gorontalo pada Rabu (09/04/2026), memicu dugaan kuat adanya upaya pembungkaman terhadap suara kritis.

Sejumlah aktivis yang selama ini vokal menyoroti aktivitas Pani Gold Project harus menjalani pemeriksaan. Pemanggilan ini disebut berkaitan dengan keterlibatan mereka dalam aksi demonstrasi yang menolak keberadaan dan dampak proyek tambang tersebut.

Langkah aparat tersebut langsung menuai reaksi keras dari berbagai kalangan masyarakat sipil. Terutama dari kelompok penambang lokal yang selama ini berada di garis depan konflik, kebijakan tersebut dinilai semakin mempersempit ruang aspirasi publik.

Di lapangan, situasi tak kalah tegang. Kamp-kamp tambang rakyat dilaporkan telah dibongkar oleh pihak MGR Group. Penggusuran ini tidak hanya menghilangkan sumber penghidupan warga, tetapi juga dinilai dilakukan tanpa skema solusi yang jelas bagi para penambang yang telah lama menggantungkan hidup di wilayah tersebut.

Lembaga Aksi Bela Rakyat (LABRAK) pun angkat suara. Presiden LABRAK, Rifqy Atha’ullah, menilai pemanggilan aktivis dan penggusuran tambang rakyat merupakan dua bentuk tekanan yang saling berkaitan terhadap masyarakat kecil.

“Ketika kritik dibalas dengan pemanggilan hukum dan rakyat digusur dari ruang hidupnya, maka ini bukan lagi sekadar konflik, melainkan bentuk nyata ketidakadilan,” tegas Rifqy.

Sebagai respons, LABRAK menyerukan konsolidasi besar-besaran. Mereka mengajak seluruh elemen aktivis, masyarakat sipil, dan penambang rakyat untuk bersatu dalam aksi lanjutan, termasuk rencana menduduki Kantor Bupati Pohuwato sebagai bentuk tekanan langsung kepada pemerintah daerah.

LABRAK memperingatkan, jika pemerintah tetap bersikap pasif, gelombang perlawanan dipastikan akan terus meluas. Bagi mereka, konflik ini bukan semata soal tambang, tetapi menyangkut keadilan, hak hidup, serta masa depan masyarakat lokal yang kian terdesak di tanahnya sendiri.(Tim Redaksi) 

Berita Terkait

podcast teras akulturasi Kupas tuntas isu hangat, fakta menarik, dan obrolan eksklusif bersama LSM LABRAK
Konflik tragedi luka penggusuran kem,AHS :”Perusahaan harus duduk bersama masyarakat “, Humas PETS :”saya menyayangkan insiden tersebut, “
Temu Jurnalis 2026 di matangkan, Kapolda Widodo siap dukung Workshop Literasi pelajar dan Mahasiswa.
“Dijajah di Negeri Sendiri: Ketika Usulan PSN dan Ambisi Tambang Mengancam Ruang Hidup Rakyat Pohuwato”
Idul Adha Berlumur Duka; PT MERDEKA GOLD RESOURCES dituding bertindak bak Zionis
Panen Raya Jagung Perdana di Pohuwato, Lanal Gorontalo Perkuat Sinergi Ketahanan Pangan
Idul adha di Pohuwato: Bupati Saipul Ajak Warga Perkuat Iman dan Doakan Jemaah Haji
Menggelegar! Bupati dan Ribuan Warga Langgur Bersatu Lantunkan Takbir Idul Adha
Berita ini 100 kali dibaca

Berita Terkait

Sunday, 31 May 2026 - 19:32

podcast teras akulturasi Kupas tuntas isu hangat, fakta menarik, dan obrolan eksklusif bersama LSM LABRAK

Sunday, 31 May 2026 - 05:07

Konflik tragedi luka penggusuran kem,AHS :”Perusahaan harus duduk bersama masyarakat “, Humas PETS :”saya menyayangkan insiden tersebut, “

Saturday, 30 May 2026 - 08:37

Temu Jurnalis 2026 di matangkan, Kapolda Widodo siap dukung Workshop Literasi pelajar dan Mahasiswa.

Saturday, 30 May 2026 - 01:50

“Dijajah di Negeri Sendiri: Ketika Usulan PSN dan Ambisi Tambang Mengancam Ruang Hidup Rakyat Pohuwato”

Friday, 29 May 2026 - 09:46

Idul Adha Berlumur Duka; PT MERDEKA GOLD RESOURCES dituding bertindak bak Zionis

Berita Terbaru