Akulturasipost,Pohuwato — Program pembangunan sektor pertanian yang digadang-gadang mampu mendorong peningkatan produksi dan kesejahteraan petani di Kabupaten Pohuwato kembali menuai sorotan. Di tengah besarnya dukungan anggaran dari pemerintah pusat melalui kementerian terkait, pelaksanaan di lapangan justru memperlihatkan potret yang kontras.
Pekerjaan saluran jaringan sekunder di salah satu desa di Kecamatan Duhiadaa terpantau belum berjalan optimal. Kondisi ini memunculkan tanda tanya besar terhadap kualitas pelaksanaan proyek yang seharusnya menjadi penopang utama produktivitas pertanian masyarakat.
Pantauan di lokasi pada Senin (23/2/2026) menunjukkan aktivitas pekerjaan nyaris terhenti. Tidak terlihat adanya pekerja maupun progres signifikan di lapangan. Situasi ini diperkuat oleh pengakuan dua pekerja yang ditemui pada Rabu (25/2/2026), yang menyebut bahwa mereka baru mulai bekerja sehari sebelumnya.
“Baru dua orang yang kerja, itu juga mulai kemarin,” ungkap salah satu pekerja.
Minimnya tenaga kerja dan lambatnya progres dikhawatirkan akan berdampak pada molornya penyelesaian proyek. Padahal, pekerjaan ini berada dalam pengawasan pihak Kejaksaan Tinggi Gorontalo, yang semestinya menjamin akuntabilitas dan ketepatan waktu pelaksanaan.
Sorotan juga mengarah ke peran Balai Sungai Gorontalo sebagai pihak terkait yang diharapkan segera mengambil langkah tegas. Teguran hingga evaluasi terhadap pelaksana proyek dinilai penting guna memastikan mutu pekerjaan tetap terjaga.
Sementara itu, pihak pelaksana proyek yang disebut merupakan subkontraktor dari PT Brantas belum memberikan klarifikasi resmi. Saat dikonfirmasi, pelaksana di lapangan hanya memberikan jawaban singkat.
“Nanti kita ketemu, Pak,” ujar Bobi singkat.
Kondisi ini memperkuat kekhawatiran publik bahwa proyek strategis yang menyangkut hajat hidup petani justru berjalan tanpa pengawasan efektif di lapangan. Jika tidak segera dibenahi, bukan hanya target pembangunan yang terancam, tetapi juga harapan petani terhadap peningkatan kesejahteraan bisa kembali tertunda.





