Akulturasipost, Marisa–Prosesi Wisuda Universitas Pohuwato yang berlangsung di Gedung Ichsan Convention Center (ICC), Kamis (18/6/2026), tidak hanya menjadi momentum pengukuhan 251 sarjana baru, tetapi juga menghadirkan sebuah momen yang menarik perhatian para tamu undangan.
Di tengah rangkaian acara wisuda, Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, terlihat memberikan ucapan selamat dan pelukan kepada salah satu wisudawan, Sonni Samoe.
Sekilas, peristiwa tersebut tampak sebagai bagian dari tradisi wisuda yang penuh kehangatan. Namun bagi sejumlah pihak yang mengenal kiprah Sonni Samoe, momen itu memiliki makna yang lebih luas.
Sonni dikenal sebagai mantan Aparatur Sipil Negara (ASN) yang pada 2013 memilih meninggalkan dunia birokrasi untuk aktif dalam kegiatan sosial dan advokasi masyarakat. Ia merupakan pendiri LSM LABRAK serta terlibat dalam berbagai aktivitas pengawasan dan penyampaian aspirasi publik di Kabupaten Pohuwato. Saat ini, ia juga menjabat sebagai Sekretaris Badan Pengawas KUD Dharma Tani yang kerap bersinggungan dengan berbagai isu strategis, termasuk sektor pertambangan.
Di sisi lain, Saipul A. Mbuinga sebagai kepala daerah memiliki tanggung jawab dalam menjaga stabilitas pemerintahan, mendorong pembangunan, serta menyelesaikan berbagai persoalan yang muncul di tengah masyarakat.
Dalam berbagai dinamika daerah, posisi keduanya kerap berada pada sudut pandang yang berbeda. Sonni dikenal aktif menyampaikan kritik dan aspirasi masyarakat, sementara pemerintah daerah berada pada posisi sebagai pengambil kebijakan.
Meski demikian, suasana wisuda memperlihatkan bahwa perbedaan pandangan tidak selalu harus berujung pada jarak. Pelukan yang terjadi di atas panggung menjadi simbol bahwa ruang dialog dan saling menghormati tetap dapat terjaga di tengah perbedaan sikap maupun pandangan.
Momen tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah memerlukan kontribusi dari berbagai pihak, baik pemerintah, akademisi, aktivis, maupun masyarakat. Perbedaan pendapat merupakan bagian dari dinamika demokrasi yang dapat menjadi kekuatan apabila dikelola melalui komunikasi yang konstruktif.
Di tengah kebahagiaan para wisudawan yang resmi menyandang gelar sarjana, pelukan antara Bupati Pohuwato dan Sonni Samoe menjadi salah satu potret yang menggambarkan pentingnya menjaga kebersamaan demi kemajuan daerah.
Lebih dari sekadar ucapan selamat kepada seorang lulusan, momen itu merefleksikan semangat bahwa pengabdian kepada Pohuwato dapat ditempuh melalui berbagai jalan, namun tetap bermuara pada tujuan yang sama, yakni kemajuan dan kesejahteraan masyarakat.(Tim Redaksi)






