Akulturasipost,Jakarta–Sebanyak 30.000 calon pengelola Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP) akan mengikuti Latihan Dasar Kemiliteran (Latsarmil) Komponen Cadangan (Komcad) sebagai bagian dari program penguatan sumber daya manusia yang disiapkan pemerintah.
Selain peserta dari KDKMP, sebanyak 5.476 calon pengelola Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) juga akan mengikuti program serupa. Dengan demikian, total peserta yang direncanakan mengikuti pelatihan mencapai 35.476 orang.
Kepala Biro Informasi Pertahanan Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Rico Ricardo Sirait, mengatakan program tersebut tidak hanya berfokus pada pembinaan kedisiplinan dan bela negara, tetapi juga dibekali kemampuan manajerial yang relevan dengan kebutuhan pengelolaan koperasi dan kampung nelayan.
“Jumlah peserta yang direncanakan mengikuti program tersebut sekitar 35.476 orang, terdiri dari sekitar 30.000 calon pengelola KDKMP dan 5.476 calon pengelola KNMP,” ujar Rico saat dikonfirmasi, Rabu (17/6/2026).
Menurut Rico, pelatihan akan dilaksanakan di 67 satuan pendidikan (Satdik) yang tersebar di berbagai wilayah Indonesia. Kegiatan tersebut dirancang berlangsung selama 45 hari, dengan rincian 30 hari pelatihan aspek kedisiplinan dan bela negara, kemudian dilanjutkan 15 hari pelatihan manajerial yang disusun bersama kementerian teknis terkait.
Sementara itu, pembukaan Pendidikan dan Pelatihan (Diklat) Sarjana Penggerak Pembangunan Indonesia (SPPI) untuk program KDKMP dan KNMP digelar di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, Rabu (17/6/2026). Upacara pembukaan dipimpin Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertahanan (BPSDM) Kemhan, Mayjen TNI Ketut Gede Wetan Pastia.
Dalam amanat Sekretaris Jenderal Kementerian Pertahanan, Letjen TNI Tri Budi Utomo, yang dibacakan Ketut, disebutkan bahwa program SPPI merupakan langkah strategis pemerintah dalam menyiapkan sumber daya manusia yang berkarakter, berintegritas, disiplin, serta memiliki jiwa kepemimpinan dan semangat pengabdian kepada bangsa dan negara.
Melalui perpaduan pendidikan dasar kemiliteran dan pembekalan manajerial, peserta diharapkan mampu menjadi penggerak pembangunan ekonomi masyarakat sekaligus berkontribusi dalam memperkuat ketahanan nasional.
Sekjen Kemhan juga mengingatkan seluruh peserta agar mengikuti setiap tahapan pendidikan dengan penuh disiplin, tanggung jawab, serta menjunjung tinggi nilai integritas, nasionalisme, dan semangat bela negara.
Pemerintah berharap program ini dapat melahirkan lulusan SPPI yang adaptif, inovatif, dan siap menghadirkan solusi nyata bagi masyarakat, khususnya dalam mendukung pembangunan ekonomi di tingkat desa dan kawasan pesisir.
(Tim Redaksi)






