Perdebatan antara Pihak Perusahaan dan Penambang Tradisional di Alamotu Sungai Kaya

Thursday, 11 June 2026 - 08:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

F./screenshoot Video Perdebatan yg berlangsung ketika pihak perusahaan mendatangi kem atau tempat tinggal sementara milik para penambang tradisional

F./screenshoot Video Perdebatan yg berlangsung ketika pihak perusahaan mendatangi kem atau tempat tinggal sementara milik para penambang tradisional

Akulturasipost , Pohuwato—Suasana di kawasan pertambangan Alamotu Sungai Kaya panas setelah terjadi kejadian antara pihak perusahaan dan kelompok penambang tradisional yang beraktivitas di lokasi tersebut, Rabu (10/6/2026).

Berdasarkan informasi yang ada, peristiwa tersebut melibatkan perwakilan pihak perusahaan dan sejumlah penambang lokal yang selama ini melakukan aktivitas penambangan tradisional di wilayah tersebut.

Perdebatan berlangsung ketika pihak perusahaan mendatangi kem atau tempat tinggal sementara milik para penambang tradisional.

Sejumlah penambang mengaku kedatangan pihak perusahaan yang memicu ketegangan di lapangan. 

Mereka menduga terdapat tindakan intimidasi dan ancaman yang disampaikan kepada para penambang tradisional terkait aktivitas yang dilakukan di kawasan tersebut. 

Dugaan tersebut kemudian memicu adu argumen antara kedua belah pihak.

Meski sempat berlangsung dalam suasana tegang, hal tersebut tidak berakhir pada tindakan kekerasan fisik.

Namun, kejadian itu menjadi perhatian masyarakat mengingat konflik antara perusahaan dan penambang tradisional sering terjadi akibat perbedaan pandangan mengenai pemanfaatan dan pengelolaan wilayah pertambangan.

Tonton juga di saluran channel kami

Hingga berita ini ditulis, belum terdapat keterangan resmi dari pihak perusahaan terkait tudingan ancaman yang disampaikan oleh para penambang tradisional.

Sementara itu, sejumlah penambang berharap adanya penyelesaian melalui dialog dan mediasi agar situasi di lapangan tetap kondusif serta tidak memicu konflik yang lebih luas.

Perkembangan lebih lanjut mengenai peristiwa ini masih menunggu konfirmasi dan klarifikasi dari seluruh pihak yang terlibat.

(Tim Redaksi)

Berita Terkait

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca
DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati
PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato
Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026

Berita Terkait

Thursday, 30 July 2026 - 20:09

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca

Thursday, 30 July 2026 - 05:10

DPC AKPERSI Kota Gorontalo Akhiri Status Kepengurusan Zainudin Hadjarati

Wednesday, 29 July 2026 - 18:43

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Berita Terbaru