Merdeka Copper Gold Ingatkan Masyarakat Waspada Penipuan Rekrutmen, Pelamar Diminta Tidak Membayar Tiket atau Akomodasi

Saturday, 13 June 2026 - 03:02

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Edaran resmi dan bentuk penipuan mencatut nama Merdeka Cooper Gold

Edaran resmi dan bentuk penipuan mencatut nama Merdeka Cooper Gold

Akulturasipost, JAKARTA—Masyarakat, khususnya para pencari kerja, diminta untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap maraknya modus penipuan rekrutmen yang mengatasnamakan perusahaan tambang nasional, Merdeka Copper Gold.

Melalui imbauan resmi yang disampaikan perusahaan, beredar surat undangan wawancara kerja (interview) palsu yang mencatut nama Grup Merdeka. Dalam modus tersebut, korban diminta untuk membeli tiket pesawat atau membayar biaya akomodasi melalui pihak tertentu dengan dalih sebagai syarat mengikuti proses seleksi.

Manajemen menegaskan bahwa seluruh proses rekrutmen yang dilakukan Grup Merdeka tidak pernah memungut biaya dalam bentuk apa pun. Perusahaan juga tidak pernah mewajibkan kandidat untuk membeli tiket perjalanan maupun menggunakan jasa agen tertentu selama proses seleksi berlangsung.

Selain itu, informasi terkait lowongan pekerjaan dan tahapan rekrutmen resmi hanya diumumkan melalui kanal resmi perusahaan. Oleh karena itu, masyarakat diimbau untuk selalu melakukan verifikasi terhadap setiap informasi yang diterima sebelum mengambil tindakan lebih lanjut.

Perusahaan juga mengajak masyarakat untuk lebih teliti dalam memeriksa sumber informasi, terutama jika menerima surat panggilan kerja yang mencurigakan atau permintaan pembayaran dengan alasan apa pun.

Sebagai langkah pencegahan, calon pelamar disarankan untuk mengakses informasi rekrutmen hanya melalui akun media sosial resmi dan platform resmi perusahaan guna menghindari kerugian akibat aksi penipuan yang semakin marak terjadi.

Merdeka Copper Gold turut mengajak masyarakat untuk menyebarluaskan informasi tersebut kepada keluarga, kerabat, dan rekan kerja agar semakin banyak pihak yang terhindar dari praktik penipuan rekrutmen berkedok penerimaan karyawan.(Tim Redaksi) 

Berita Terkait

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca
PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato
Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
Dua Saksi Dipanggil Polisi, Penyelidikan Dugaan Pengancaman Terhadap Wartawan Berlanjut
YR TIM Pohuwato Konsisten Gelar Jumat Berkah, Tebar Kepedulian Sosial dan Perkuat Semangat Berbagi

Berita Terkait

Thursday, 30 July 2026 - 20:09

Perbedaan Keterangan Saksi Munculkan Pertanyaan Baru dalam Kasus Hilangnya Eca

Wednesday, 29 July 2026 - 18:43

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Wednesday, 22 July 2026 - 14:04

Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan

Berita Terbaru