Dr. Rusmulyadi Raih Suara Terbanyak di Senat UNIPO, Penetapan Rektor 2027–2031 Masih Menunggu Yayasan

Tuesday, 22 September 2026 - 13:38

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost,POHUWATO — Tahapan pemilihan Rektor Universitas Pohuwato (UNIPO) periode 2027–2031 memasuki fase penting. Dr. Rusmulyadi, S.H., M.H., berhasil memperoleh suara terbanyak dalam pemilihan di tingkat Senat Universitas Pohuwato.

‎Meski unggul dalam pemilihan Senat, hasil tersebut belum menjadi penetapan final Rektor UNIPO. Tahapan selanjutnya masih menunggu proses dan keputusan Yayasan sebagai bagian dari mekanisme pemilihan Rektor yang berlaku di lingkungan Universitas Pohuwato.

‎Keunggulan Dr. Rusmulyadi dalam pemilihan Senat menjadi bagian penting dari perjalanan menuju penetapan Rektor UNIPO periode 2027–2031. Kini, perhatian civitas akademika beralih pada tahapan selanjutnya di tingkat Yayasan.

‎Menanggapi hasil tersebut, Dr. Rusmulyadi menyebut posisi yang diperolehnya bukan sekadar capaian, melainkan amanah yang harus dipertanggungjawabkan.
‎“Kalau saya yang pertama adalah innalillahi wa inna ilaihi rajiun, karena ini amanah,” ujar Rusmulyadi.

‎Ia mengatakan, keputusannya kembali ke UNIPO didorong oleh keinginannya untuk melihat perguruan tinggi tersebut kembali berkembang. Rusmulyadi mengaku memiliki pengalaman dalam perjalanan perkembangan institusi sebelum berstatus sebagai universitas.
‎Menurutnya, ketika dirinya masih menjabat sebagai koordinator sebelum institusi tersebut menjadi universitas, jumlah penerimaan mahasiswa disebut dapat mencapai sekitar 700 orang.

Namun, ia mengaku prihatin melihat kondisi penerimaan mahasiswa yang menurutnya mengalami penurunan setelah UNIPO berdiri sebagai universitas.
‎“Selama saya tinggalkan, perubahannya sangat luar biasa. Penerimaan mahasiswa saja hanya 100–200. Waktu saya menjabat di sana sebagai koordinator sebelum menjadi universitas, menerima mahasiswa sampai 700,” katanya.

‎Kondisi tersebut, lanjut Rusmulyadi, menjadi salah satu alasan dirinya kembali dan menyatakan kesiapan untuk mengabdi di UNIPO.
‎“Itulah yang membuat saya kembali ke UNIPO untuk mengabdi, mewakafkan diri saya,” ujarnya.

‎Soroti Kondisi Internal dan Pembayaran Gaji Dosen
‎Dalam pernyataannya, Rusmulyadi juga menyinggung persoalan pembayaran gaji dosen yang menurutnya sempat mengalami keterlambatan hingga berbulan-bulan.
‎“Yang paling miris lagi, gaji dosen enam bulan, tujuh bulan tidak terbayar. Yang jadi pertanyaan, apakah tidak ada yang kuliah, tidak ada yang bayar SPP? Ada mahasiswa, artinya ada pembayaran,” ungkapnya.

‎Persoalan tersebut, menurut Rusmulyadi, menjadi salah satu tantangan yang mendorong dirinya berani mencalonkan diri sebagai Rektor UNIPO.

‎Ia juga menyoroti kondisi internal kampus yang dinilainya membutuhkan pembenahan, khususnya dalam tata kelola dan hubungan di lingkungan internal perguruan tinggi.
‎“Internal kampus ini hanya sibuk dengan perkelahian di internal dan itu bukan kesalahan dosen,” katanya.

‎Rusmulyadi mengaku telah menyampaikan sikapnya kepada pihak Yayasan. Jika nantinya dipercaya memimpin UNIPO, ia meminta kewenangan yang cukup luas agar dapat melakukan pembenahan dan menjalankan program sesuai tanggung jawabnya.
‎“Oleh karena itu sudah saya minta kepada Yayasan, saya siap. Tetapi saya jangan diintervensi. Karena pekerjaan di internal kampus sedang tidak kondusif, berikanlah saya kewenangan dengan seluas-luasnya seperti yang lalu ketika saya jadi dekan. Kalau ada yang keliru, baru saya dipanggil untuk evaluasi,” tegasnya.

‎Penetapan Resmi Masih Menunggu Yayasan
‎Dengan berakhirnya proses pemilihan di tingkat Senat, tahapan pemilihan Rektor UNIPO kini memasuki proses berikutnya. Keputusan Yayasan menjadi bagian penting sebelum penetapan resmi Rektor Universitas Pohuwato periode 2027–2031.

‎Hingga tahap ini, Dr. Rusmulyadi tercatat sebagai peraih suara terbanyak dalam pemilihan Senat, namun belum dapat disebut sebagai Rektor UNIPO terpilih secara definitif sebelum adanya keputusan dan penetapan resmi dari Yayasan.
‎Pemilihan tersebut menjadi momentum penting bagi UNIPO untuk menentukan arah kepemimpinan empat tahun mendatang, terutama dalam menghadapi tantangan peningkatan jumlah mahasiswa, kesejahteraan dosen, tata kelola internal, mutu akademik, serta penguatan peran perguruan tinggi dalam pembangunan daerah.

  • ‎Kini, keputusan berada pada tahapan Yayasan. Hasil Senat telah menetapkan suara terbanyak, sementara keputusan final mengenai Rektor UNIPO periode 2027–2031 masih menunggu penetapan resmi.(Tim Redaksi)

Berita Terkait

Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara
Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat
Nama TNI Diduga Dicatut untuk Lindungi PETI Bulangita, Sosok HD Jadi Sorotan ‎
Tanpa Latihan Gabungan, Ribuan Pelajar Kei Kecil Hadirkan Penampilan Bersejarah di Meti Kei 2026
Menyalakan Semangat Belajar dari Desa, MI Ibnu Syabil Weer Ohoiker, Nani Kurratul Aini, Perkuat Literasi Siswa Lewat Program Belajar Malam
IMM Gorontalo Soroti Dugaan Teror terhadap Arya Sahrain, Desak Penegakan Hukum
Dari Tanah Gorontalo ke Sumatera Utara, IPDA Unedo Fransisco Menorehkan Jejak Pengabdian

Berita Terkait

Monday, 26 October 2026 - 10:22

Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita

Monday, 26 October 2026 - 10:17

Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara

Sunday, 25 October 2026 - 15:16

Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat

Saturday, 24 October 2026 - 15:55

Nama TNI Diduga Dicatut untuk Lindungi PETI Bulangita, Sosok HD Jadi Sorotan ‎

Saturday, 24 October 2026 - 15:21

Tanpa Latihan Gabungan, Ribuan Pelajar Kei Kecil Hadirkan Penampilan Bersejarah di Meti Kei 2026

Berita Terbaru