Akulturasipost,Gorontalo—Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Tentara Nasional Indonesia (TNI) Tahun 2026 di Gorontalo berlangsung khidmat di Lapangan Taruna Remaja, Jalan Wolter Monginsidi, Kecamatan Hulonthalangi, Kota Gorontalo, Senin (5/10/2026).
Kepala Staf Kodam (Kasdam) XIII/Merdeka Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo, S.I.P., bertindak sebagai inspektur upacara dalam kegiatan yang diselenggarakan Korem 133/Nani Wartabone tersebut.
Mengusung tema “TNI Kuat Bersama Rakyat, Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur”, upacara diikuti ratusan peserta dari unsur TNI, PNS, serta berbagai komponen masyarakat.
Sejumlah pejabat turut hadir, di antaranya unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi Gorontalo, Danrem 133/Nani Wartabone Brigjen TNI Hardo Sihotang, para pejabat utama Kodam XIII/Merdeka dan Korem 133/Nani Wartabone, tokoh masyarakat, serta jajaran satuan TNI di wilayah Gorontalo.
Dalam amanat tertulis Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto yang dibacakan inspektur upacara, disampaikan apresiasi kepada seluruh prajurit dan ASN TNI atas dedikasi, loyalitas, kerja keras, serta pengabdian dalam menjalankan tugas kepada bangsa dan negara.
Panglima TNI menekankan bahwa tingginya kepercayaan masyarakat terhadap TNI merupakan buah dari pengabdian yang dilakukan secara tulus. Kepercayaan tersebut, kata dia, merupakan kehormatan sekaligus amanah yang harus dipelihara.
Penguatan TNI juga terus dilakukan negara melalui peningkatan kesejahteraan personel serta modernisasi alat peralatan pertahanan dan keamanan (alpalhankam). Namun, peningkatan kemampuan tersebut harus diiringi dengan kualitas sumber daya manusia, kesiapan operasional, kompetensi, dan profesionalisme prajurit.
Dalam menghadapi perubahan lingkungan strategis, ketidakpastian global, perkembangan ruang informasi dan kognitif, hingga berbagai potensi ancaman terhadap keutuhan wilayah, seluruh prajurit TNI diminta tetap berpegang teguh pada jati diri dan tugas pokoknya.
Momentum HUT ke-81 TNI juga ditekankan sebagai kesempatan untuk memperkuat komitmen dalam menjaga persatuan, menegakkan kedaulatan negara, serta melindungi seluruh kekayaan dan wilayah Nusantara.
Panglima TNI kemudian menekankan lima nilai utama dalam budaya pengabdian PRIMA, yakni profesional, responsif, integratif, modern, dan adaptif.
Nilai profesional diwujudkan melalui penguasaan tugas, peningkatan kompetensi, latihan yang realistis, serta pelaksanaan tugas berdasarkan hukum dan integritas.
Sementara sikap responsif menuntut setiap prajurit mampu membaca perkembangan lingkungan, mendeteksi potensi ancaman sejak dini, serta mengambil tindakan secara cepat, tepat, dan terukur.
Aspek integratif diarahkan pada penguatan sinergi TNI dengan seluruh komponen bangsa dalam menjaga stabilitas nasional dan mendukung pembangunan.
Kemudian, nilai modern menekankan penguasaan teknologi dan alpalhankam secara optimal dan terintegrasi guna memperkuat daya tangkal serta kemampuan pertahanan.
Adapun sikap adaptif diwujudkan dengan menjadikan setiap penugasan sebagai proses pembelajaran, mendorong inovasi, serta menyesuaikan doktrin, pendidikan, dan latihan dengan perkembangan ancaman.
Di akhir amanat, Panglima TNI mengajak seluruh keluarga besar TNI untuk senantiasa memohon petunjuk dan perlindungan Tuhan Yang Maha Esa dalam melanjutkan pengabdian terbaik bagi Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Rangkaian peringatan HUT ke-81 TNI di Gorontalo kemudian dilanjutkan dengan acara syukuran bersama sebagai bentuk rasa syukur sekaligus mempererat kebersamaan antara TNI dan masyarakat.(Tim Redaksi)






