Akulturasipost, Jakarta—Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto mengakui pelaksanaan program Makan Bergizi Gratis (MBG) masih diwarnai berbagai kekurangan.
Pemerintah pun melakukan evaluasi dan penindakan terhadap pihak-pihak yang diduga melanggar ketentuan dalam pelaksanaan program tersebut.
Dalam Sidang Kabinet Paripurna, Jumat (23/10), Prabowo mengungkapkan bahwa 13 orang telah ditetapkan sebagai tersangka. Sementara itu, sebanyak 353 orang diberhentikan secara tidak hormat dan 2.600 orang lainnya masih menjalani pemeriksaan oleh Inspektorat Badan Gizi Nasional (BGN).dilansir dari KOMPAS TV
Prabowo menegaskan, setiap pelanggaran dalam pelaksanaan MBG harus ditindak tegas. Ia meminta jajaran terkait tidak ragu melakukan pembenahan, termasuk memberhentikan pihak-pihak yang terbukti melakukan pelanggaran.
“MBG strategis. MBG vital. Banyak kekurangan dalam pelaksanaan MBG, kita akui. 13 orang sudah ditetapkan tersangka, dalam proses diperiksa Inspektorat BGN 2.600 orang. Jangan ragu-ragu ya, pecat, bersihkan sampai bersih ya. MBG ini strategis dan sangat penting untuk masa depan anak-anak kita,” tegas Prabowo.
Meski mengakui masih terdapat persoalan, Prabowo menilai MBG tetap menjadi program strategis pemerintah yang berkaitan dengan pemenuhan gizi dan masa depan generasi muda Indonesia.
Karena itu, ia mendorong agar evaluasi dilakukan secara serius sehingga berbagai kelemahan dalam pelaksanaan program dapat diperbaiki. Penindakan terhadap pelanggaran juga diharapkan menjadi bagian dari upaya meningkatkan pengawasan dan memastikan program berjalan sesuai ketentuan.
Pemerintah diharapkan mampu menjaga tujuan utama MBG sekaligus memperkuat akuntabilitas pelaksanaannya agar manfaat program dapat dirasakan secara optimal oleh masyarakat.
(Tim Redaksi)






