Tanpa Latihan Gabungan, Ribuan Pelajar Kei Kecil Hadirkan Penampilan Bersejarah di Meti Kei 2026

Saturday, 24 October 2026 - 15:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Doc. Foto, Ribuan siswa SD dan SMP dari daratan Kei Kecil menampilkan Tari Kilwar secara kolosal pada puncak Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2026 di Pantai Ngurbloat, Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu 24/10/2026.

Doc. Foto, Ribuan siswa SD dan SMP dari daratan Kei Kecil menampilkan Tari Kilwar secara kolosal pada puncak Festival Pesona Meti Kei (FPMK) 2026 di Pantai Ngurbloat, Kabupaten Maluku Tenggara, Sabtu 24/10/2026.

Akulturasipost,Langgur, Maluku Tenggara — Di bawah sinar matahari pagi yang menyinari pasir putih Pantai Ngurbloat, sebuah pemandangan luar biasa tercipta, Sabtu (24/10/2026). Sekitar 4.000 siswa-siswi SD dan SMP dari seluruh daratan Kei Kecil tampil serentak membawakan Tari Kilwar secara kolosal dalam puncak Festival Pesona Meti Kei 2026. Yang membuatnya sungguh istimewa mereka belum pernah sekalipun berlatih bersama di satu tempat. Semua gerakan dipelajari di sekolah masing-masing, hanya bermodalkan panduan video. Begitu irama dimulai, ribuan pasang tangan bergerak dalam satu kesatuan yang memukau.

Di hadapan ribuan warga dan pengunjung, Bupati Maluku Tenggara Muhammad Thaher Hanubun tampak terharu dan bangga. Ia tak sekadar memuji kelancaran penampilan, namun secara khusus menyampaikan apresiasi mendalam kepada para pelajar yang telah berjuang menghafal dan mempraktikkan gerakan tarian di tempat masing-masing.

“Anak-anakku sekalian, terima kasih dan salam hormat untuk kalian! Kalian telah membuktikan bahwa tidak ada yang mustahil jika dilakukan dengan hati. Kalian belajar sendiri di sekolah masing-masing, tidak pernah bertemu, tidak pernah berlatih bersama — namun hari ini kalian tampil dengan satu jiwa. Kalian luar biasa! Kalian adalah kebanggaan kita semua!” ujar Bupati dengan suara lantang yang disambut tepuk tangan meriah.

Bupati menegaskan, pencapaian ini bukan sekadar soal gerakan tari yang rapi. Lebih dari itu, ini adalah bukti kedisiplinan dan semangat belajar yang luar biasa dari generasi muda Kei. Di tengah keterbatasan jarak antar sekolah, mereka tetap berusaha keras agar hari ini bisa tampil bersama dan membanggakan daerahnya.

“Banyak orang dewasa pun belum tentu mampu melakukan apa yang kalian lakukan hari ini. Kalian mendengarkan instruksi, menghafal gerakan, berlatih berulang-ulang di sekolah — dan hari ini hasilnya terlihat jelas. Kalian telah membuat Maluku Tenggara semakin indah pagi ini,” tambahnya dengan senyum hangat.

Bupati juga menyampaikan, keikutsertaan para siswa dalam festival ini bukan sekadar tugas sekolah. Melalui Tari Kilwar yang mereka bawakan, anak-anak muda telah menjadi duta budaya yang sesungguhnya. Mereka memperkenalkan warisan leluhur kepada pengunjung dengan semangat yang tulus.

“Teruslah bangga menjadi anak Kei. Budaya ini milik kalian, jaga dan rawatlah di mana pun kalian berada. Masa depan budaya kita ada di tangan kalian,” pesan Bupati yang disambut sorak gembira dari para pelajar di lapangan.

Selain kepada para siswa, Bupati juga menyampaikan terima kasih yang tak terhingga kepada para guru yang dengan sabar membimbing anak-anak didiknya di sekolah masing-masing. Tanpa dedikasi para pendidik, keindahan penampilan ini tak akan terwujud.

Lebih dari sekadar kemeriahan festival, momen ini menjadi penanda berharga: budaya Kei terus hidup, bernapas, dan ditampilkan oleh generasi mudanya. Penampilan 4.000 siswa hari ini adalah bukti nyata bahwa cinta terhadap budaya mampu menyatukan siapa pun, dari mana pun mereka berasal.

Bupati Thaher berharap semangat yang ditunjukkan para siswa hari ini terus menyala. Semoga ke depan, semakin banyak ruang yang terbuka bagi anak-anak untuk mengenal, mencintai, dan melestarikan warisan daerahnya. Karena ketika generasi muda mencintai budayanya sendiri, masa depan yang cerah pun pasti menanti.

Berita Terkait

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka
Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara
Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat
Nama TNI Diduga Dicatut untuk Lindungi PETI Bulangita, Sosok HD Jadi Sorotan ‎
Menyalakan Semangat Belajar dari Desa, MI Ibnu Syabil Weer Ohoiker, Nani Kurratul Aini, Perkuat Literasi Siswa Lewat Program Belajar Malam
IMM Gorontalo Soroti Dugaan Teror terhadap Arya Sahrain, Desak Penegakan Hukum

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Tuesday, 27 October 2026 - 15:00

Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka

Monday, 26 October 2026 - 10:22

Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita

Monday, 26 October 2026 - 10:17

Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara

Sunday, 25 October 2026 - 15:16

Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat

Berita Terbaru