Akulturasipost,GORONTALO — Penggeledahan rumah pengusaha Adnan Mbuinga alias Haji Pulu oleh penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jalan Palu, Kelurahan Liluwo, Kecamatan Kota Tengah, Kota Gorontalo, Selasa (29/9/2026), menyedot perhatian publik. Penggeledahan ini disebut berkaitan dengan pengembangan perkara yang menjerat Bupati Bolaang Mongondow Utara (Bolmut) nonaktif Sirajudin Lasena.
Penyidik KPK terlihat memeriksa bagian dalam rumah serta sejumlah kendaraan sebelum meninggalkan lokasi dengan membawa sejumlah barang dan dokumen. Namun hingga kini, KPK belum menyatakan Adnan Mbuinga sebagai tersangka maupun menjelaskan secara rinci barang apa yang diamankan serta kaitannya dengan perkara Sirajudin Lasena.
Nama Adnan menjadi sorotan bukan hanya karena penggeledahan tersebut. Ia dikenal luas di Pohuwato sebagai pengusaha yang lebih familiar disebut Haji Pulu, sekaligus memiliki hubungan keluarga dengan dua figur penting dalam perjalanan politik Pohuwato, yakni Syarif Mbuinga dan Saipul A. Mbuinga.
Syarif Mbuinga pernah menjabat Bupati Pohuwato selama dua periode. Setelahnya, tampuk pemerintahan daerah beralih kepada Saipul A. Mbuinga, yang juga merupakan bagian dari keluarga Mbuinga. Rangkaian hubungan tersebut kemudian membuat keluarga Mbuinga kerap menjadi perhatian dalam dinamika politik Pohuwato.
Di lingkaran generasi berikutnya terdapat Zulfiana Mbuinga, putri kandung Adnan Mbuinga. Zulfiana juga dikenal publik Pohuwato dan pernah tampil dalam panggung politik, termasuk sebagai Ketua Komando Milenial pasangan Saipul Mbuinga–Iwan Adam pada Pilkada Pohuwato 2024. Belakangan, namanya kembali muncul dalam aktivitas politik melalui Partai Gerindra.
Rangkaian nama Adnan, Syarif, Saipul dan Zulfiana kemudian kembali diperbincangkan bersamaan dengan penggeledahan KPK. Di ruang publik, hubungan keluarga dan perjalanan politik tersebut bahkan kerap dikaitkan dengan istilah dinasti politik. Namun, istilah tersebut merupakan bagian dari diskursus politik dan tidak dapat disamakan dengan kesimpulan hukum, terlebih belum ada pernyataan KPK yang mengaitkan seluruh anggota keluarga tersebut dengan perkara yang sedang disidik.
Kini perhatian publik tertuju pada apa yang ditemukan penyidik di rumah Adnan Mbuinga dan sejauh mana barang atau dokumen yang diamankan berkaitan dengan perkara Sirajudin Lasena. Penggeledahan telah membuka satu babak baru perhatian publik terhadap jejaring keluarga Mbuinga, tetapi jawaban mengenai ada atau tidaknya keterkaitan hukum masih sepenuhnya menunggu hasil penyidikan dan keterangan resmi KPK.(Tim Redaksi)






