Episode Geger PETI Bulangita GASSPOLL Temukan Ekskavator FM, Kepercayaan Publik Terguncang!!” Belukar Lebih Jujur Dari Institusi???

Sunday, 9 November 2025 - 03:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

akulturasipost.com ,Pohuwato — Dinamika kasus kematian dua pekerja tambang di Bulangita semakin memanas setelah tim investigasi GASSPOLL (Gabungan Ormas Pohuwato Lipu Lami) menemukan satu unit ekskavator merk LiuGong yang diduga kuat merupakan alat berat yang digunakan untuk menggali lubang tempat korban ditemukan tewas.

Ekskavator tersebut ditemukan kurang lebih 1 kilometer dari lokasi kejadian, tertutup rapat di dalam semak belukar dan jauh dari jalur aktivitas tambang utama dan dari TKP. Temuan ini dianggap tidak wajar, mengingat alat berat pada umumnya diparkir di area terbuka untuk mempermudah mobilisasi teknis.

Lebih mengejutkan lagi:

Posisi ekskavator berhasil diidentifikasi lengkap oleh tim investigasi pada titik koordinat 0,478112 ; 121,948911°

Pihak GASSPOLL menyebut lokasi alat tersebut dimaksudkan untuk “disembunyikan” agar tidak menjadi perhatian umum maupun aparat penegak hukum.

Dalam audiensi resmi, Kasat Reskrim Polres Pohuwato AKP Khoirunnas, SIK, MH, mengakui bahwa berdasarkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), Ferdi Mardain mengakui lubang itu adalah hasil galian aktivitasnya.

Namun, FM mengakui hal itu terjadi empat bulan lalu.

Pernyataan tersebut dipatahkan oleh bukti warga yang melihat operator ekskavator bekerja dua hari sebelum kejadian.

Muncul spekulasi publik:

Mengapa alat dipindahkan jauh ke dalam belukar setelah kejadian?

Siapa yang diperintahkan transfer tersebut?

Mengapa alat itu tidak diamankan oleh penyidik?

Pengamat tambang ilegal menilai, penyembunyian alat berat adalah pola klasik untuk memutus bukti teknis seperti:

umur galian,

bentuk bucket,

tekanan beban tanah,

residu struktur tebing.

Hingga saat ini, ekskavator LiuGong tersebut belum dikirim oleh pihak penyidik.

Tim investigasi GASSPOLL menegaskan:

“Selama alat berat ini tidak diamankan, kebenaran teknis akan terus menguap.”

Bersambung…… (Tim Redaksi)

Berita Terkait

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026
Dua Saksi Dipanggil Polisi, Penyelidikan Dugaan Pengancaman Terhadap Wartawan Berlanjut
YR TIM Pohuwato Konsisten Gelar Jumat Berkah, Tebar Kepedulian Sosial dan Perkuat Semangat Berbagi
TMMD Ke-129 Resmi Bergerak, Kodim 1313/Pohuwato Kebut Pembangunan Jalan, RTLH hingga Sarana Air Bersih di Makarti Jaya

Berita Terkait

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Friday, 24 July 2026 - 11:26

Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan

Wednesday, 22 July 2026 - 14:04

Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan

Monday, 20 July 2026 - 08:52

TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026

Berita Terbaru