akultirasipost.com, Jakarta — Ada momen yang tidak sekadar formalitas ketika Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, melangkahkan kaki memasuki ruang kerja Wakil Menteri Kesehatan, Benjamin Paulus Octavianus, Jumat (28/11/2025).
Pertemuan itu dibuka bukan hanya dengan salam dinas, namun dengan sapaan hangat dua sahabat yang telah berjalan bersama selama hampir lima belas tahun.
Kedekatan itu terlihat begitu jelas. Wamenkes menyambut Bupati bukan hanya sebagai kepala daerah yang datang membawa usulan pembangunan, tetapi sebagai teman seperjuangan yang mengerti betul beban tanggung jawab di bahu masing-masing.
“Hubungan kami sudah terjalin lama. Beliau bukan sekedar Bupati, tapi teman yang mengerti arti pelayanan publik,” kata Wamenkes dengan suara yang sarat penghargaan.
Di ruangan itu, perbincangan mengalir seperti dialog dua orang yang berbagi komitmen: bagaimana menghadirkan layanan kesehatan yang lebih baik bagi rakyat Pohuwato. Tidak ada jarak antara pusat dan daerah, tidak ada sekat antara jabatan dan kedekatan batin. Yang ada hanyalah satu tujuan besar—meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat.
Bupati Saipul menyampaikan harapan itu dengan nada penuh kesungguhan. Ia tidak sedang melaksanakan program pembangunan untuk mencapai angka tersebut, tetapi sebuah cita-cita untuk memastikan warganya menerima pelayanan yang lebih layak.
“Inilah kehormatan bagi kami. Pak Wamen tidak hanya mendengarkan, tetapi memikirkan bersama apa yang harus kita lakukan untuk memperkuat layanan kesehatan,” ujar Saipul.
Dalam pertemuan itu dibahas peningkatan status Rumah Sakit Bumi Panua dari tipe C ke tipe B, usulan pembangunan fasilitas kesehatan baru, hingga langkah-langkah teknis yang harus segera dilaksanakan untuk tahun 2026. Tanggapan Wakil Menteri pun sangat positif—bukan karena formalitas, karena tetapi ada kepercayaan di antara keduanya.
Upaya ini lahir dari sebuah keyakinan bahwa pelayanan kesehatan tidak boleh jauh dari masyarakat, bahwa pembangunan tidak boleh berhenti hanya karena keterbatasan anggaran, dan bahwa pemerintah harus selalu ada untuk warganya.
Kedekatan antara Bupati Saipul dan Wamenkes Benyamin hari itu bukan sekadar pertemuan dua pejabat negara. Itu adalah pertemuan dua sahabat yang percaya bahwa tanggung jawab terbesar pemimpin adalah memastikan masyarakat hidup lebih sehat, lebih terlindungi, dan lebih diperhatikan.
Kunjungan ini diharapkan menjadi pijakan awal bagi transformasi sistem kesehatan di Pohuwato—melahirkan harapan baru, memperkuat pelayanan, dan mendekatkan pemerintah kepada rakyat yang membutuhkan uluran tangan negara. (Tim Redaksi)





