
Akulturasipost-Pohuwato — Di tengah gencarnya aktivitas pesisir di kawasan Pantai Pohon Cinta, masih terdapat sosok yang konsisten menjaga kelestarian lingkungan dan satwa dilindungi. Ia adalah Koh Tomi, pemilik Mangrove Eco Resort (MER) yang terletak di Patoadaa, sekaligus penggiat konservasi senyap di kawasan Cagar Alam Panua.
Selama bertahun-tahun, Koh Tomi aktif mengedukasi nelayan agar tidak menangkap atau memperjualbelikan penyu—termasuk telurnya—yang dilindungi negara. Edukasi itu dilakukan melalui dialog santai di dermaga, arahan teknis melakukan praktik penangkapan ramah lingkungan, hingga pelarangan penangkapan satwa dilindungi. Terutama keluarga—anak dan istri—ikut dilibatkan dalam kampanye budaya peduli lingkungan.
Dalam akun Facebook Tommy Silas, terlihat dokumentasi ketika Koh Tomi mengevakuasi puluhan telur penyu dari dalam pasir. Menurutnya, lokasi awal peneluran tersebut tidak aman karena ancaman predator seperti biawak dan anjing pembohong, serta risiko abrasi. Ia kemudian memindahkan telur-telur tersebut ke tempat yang lebih aman, mengikuti standar konservasi semi-alami agar tetap menetas secara wajar. Tindakan ini menunjukkan bahwa kepeduliannya bukan sekadar wacana, tetapi aksi nyata penyelamatan generasi penyu berikutnya.
Menariknya, Koh Tomi juga dikenal sebagai pembuat konten yang sering mengunggah video edukasi bernuansa jenaka. Humor yang diselipkan dalam konten konservasinya membuat pesan lingkungan lebih mudah dipahami, terutama oleh nelayan muda dan masyarakat yang belum paham dengan aturan perlindungan satwa.
Pendiri LSM LABRAK, Sonni Samoe, menilai kontribusi tersebut sebagai energi moral yang layak dihargai. Menurutnya, sosok yang memilih jalur konservasi di tengah maraknya eksploitasi sumber daya alam patut diberikan penghargaan resmi oleh pemerintah daerah. “Penghargaan itu bukan sekedar apresiasi, tapi simbol bahwa negara hadir dalam urusan lingkungan,” ujarnya.
Mangrove Eco Resort yang dikelola Koh Tomi mengedepankan konsep wisata edukasi berbasis alam. Pengunjung dapat mempelajari tentang keanekaragaman hayati kawasan Panua sambil menikmati panorama mangrove, hanya beberapa langkah dari ikon populer Pantai Pohon Cinta.
Sonni menegaskan bahwa sosok seperti Koh Tomi harus dijadikan teladan masyarakat. Apresiasi resmi akan mendorong masyarakat lain untuk ikut menjaga ekosistem, terutama satwa dilindungi yang rentan terhadap kepunahan.
Dengan konsistensi, kreativitas digital, dan komitmen keluarga, Koh Tomi berdiri sebagai bukti bahwa pariwisata, edukasi, dan pelestarian lingkungan dapat berjalan harmonis, tanpa mengorbankan warisan laut yang seharusnya tetap lestari bagi generasi mendatang. (Tim Redaksi)





