Akulturasi Post, Kota Gorontalo – Dunia maya kembali diramaikan oleh kabar memilukan terkait meninggalnya seorang pasien yang diduga terlambat mendapatkan penanganan medis karena sopir ambulans dianggap sibuk bermain voli. Informasi tersebut memicu beragam reaksi dan kecaman dari warganet.
Menanggapi hal ini, Ketua TRC PPAI Gorontalo menyampaikan bela sungkawa yang sedalam-dalamnya atas kematian pasien tersebut. Ia menekankan bahwa ia juga prihatin dan berharap kejadian serupa tidak terulang.
Namun, ia juga menyampaikan klarifikasi penting terkait penyebarannya informasi yang menurutnya belum sepenuhnya sesuai fakta. Sebagai organisasi yang menaungi seluruh pengemudi ambulans di Gorontalo, TRC PPAI telah melakukan wawancara langsung dengan pengemudi yang bersangkutan.
Menurut keterangan pengemudi, ia sebenarnya sudah menerima panggilan telepon tugas dan segera kembali ke puskesmas. Namun setibanya di sana, kepala puskesmas malah meminta untuk melanjutkan keikutsertaannya dalam kegiatan pertandingan voli, yang merupakan rangkaian lomba antar fasilitas kesehatan dalam rangka Hari Kesehatan Nasional (HKN).
“Yang bersangkutan sudah kembali ketika dipanggil, tetapi diarahkan untuk tetap mengikuti lomba. Jadi konteks ‘bermain voli’ itu bukan kegiatan pribadi, tetapi rangkaian resmi HKN,” jelas Sekretaris TRC PPAI Gorontalo.
Pihak TRC PPAI meminta masyarakat untuk tidak langsung menyalahkan sopir ambulans tanpa mengetahui fakta utuh di lapangan. Mereka juga berharap adanya evaluasi internal dari pihak terkait agar mekanisme pengugasan ambulans lebih tertata sehingga tidak terjadi keterlambatan layanan.
Kasus ini diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh pemangku kepentingan untuk memperkuat sistem respons darurat demi keselamatan pasien.





