Akulturasipost, Pohuwato—Pasca enam hari penertiban PETI oleh tim Gabungan Polres Pohuwato dan Kodim 1313 , petani mulai menyatakan perubahan signifikan.(11/01)
Saluran-saluran air yang keruh selama ini dan sarat material lumpur mulai perlahan jernih dan tak kalah menarik perhatian adalah muara sungai pohon cinta yang berwarna coklat pekat mulai jernih.
Hal ini membuat seorang warga desa Palopo bernama Soni tertarik melihat perubahan sungai yang sering di lintasinya saat hendak memancing.
Pagi tadi pada pukul 11.55 wita ia berencana memancing menggunakan perahu yang di parkirnya di bantaran muara sungai Pohon Cinta, melihat kondisi sungai yang mulai jernih terbitlah idenya merekam video. Tak disangka-sangka, saat ia merekam ia mendapati seekor hewan melata yang ia duga sebagai Anak Buaya sembari spontan bercerita
“Alhamdulillah Sungai di Jembatan pohon cinta kembali jernih, Lumpur-lumpur menghilang, eh ada Buaya, itu buaya, ada buaya gaes” Jelasnya dalam video amatirnya.
Sontak rekaman video pendek ini menggegerkan warga. Hingga berita ini diterbitkan belum ada pernyataan resmi dari sang perekam dan dinas terkait, apakah benar itu hewan melata berbahaya atau hanya sejenisnya saja. Tim redaksi






