YR Team dan Pelajaran Besar Tentang Tanggung Jawab Tanpa Alasan. Sonni “Pohuwato Kuat Jika Elemen Lokal Bersatu”

Tuesday, 10 February 2026 - 13:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost, Pohuwato –  Konsistensi Tim YR dalam menormalisasi sungai yang terdampak sedimentasi dipandang sebagai aksi nyata yang menghidupkan kembali harapan lingkungan di Pohuwato.(10/02/2026) 

Di tengah keluhan panjang masyarakat soal pendangkalan sungai, kerja lapangan selama beberapa pekan terakhir menjadi bukti bahwa persoalan lingkungan tidak bisa berhenti pada keluhan.

Pendiri LSM Labrak, Sonni Samoe, menyebut langkah tersebut sebagai bentuk penyelamatan yang lahir dari kepedulian lokal. Selasa (10/02/2026)
“Apa yang dilakukan Tim YR adalah kerja penyelamatan. Mereka tidak menunggu, mereka turun langsung. Ini bukti kepedulian lokal masih hidup,” ujar Sonni.

Namun ia juga berbicara secara terbuka bahwa kerusakan di wilayah hulu merupakan hasil aktivitas banyak pihak. Di tengah situasi itu, Sonni menilai Tim YR menjadi satu-satunya kelompok yang konsisten kembali melakukan pembenahan dengan mengeruk sedimentasi.
“Kita harus jujur ​​​​melihat situasi. Kerusakan terjadi bersama. Tapi yang konsisten memperbaiki hanya Tim YR. Itu patut diapresiasi,” tegasnya.

Menurut Sonni, tanggung jawab memperbaiki jauh lebih penting daripada sekedar mencari siapa yang salah. Ia menilai langkah-langkah pembenahan tersebut harus menjadi titik awal kesadaran kolektif masyarakat.
Ia mengingatkan bahwa masa depan Pohuwato sangat bergantung pada solidaritas sosial. Pengelolaan wilayah, katanya, tidak bisa terus bergantung pada campur tangan pihak luar.
“Jika elemen lokal bersatu, kita punya kekuatan untuk mengatur wilayah kita sendiri. Pohuwato tidak boleh terus-menerus terpecah oleh kepentingan luar,” ujarnya.

Sonni menambahkan bahwa sumber daya alam Pohuwato harus diprioritaskan untuk kesejahteraan rakyat lokal melalui pengelolaan yang adil, terencana, dan menghargai lingkungan.
“SDA Pohuwato harus menyejahterakan rakyat Pohuwato. Tidak boleh semrawut dan tidak boleh ada yang dikorbankan. Ini soal masa depan bersama,” katanya.

Meski begitu, ia menegaskan bahwa normalisasi sungai tidak dapat menjadi rutinitas tanpa solusi di hulu. Karena persoalannya, menurutnya, terletak pada tata kelola aktivitas pertambangan.
Ia menerapkan kebijakan pemblokiran area sedimentasi di wilayah tambang — zona tersingkir lumpur agar material terkumpul di atas sebelum sempat jatuh ke sungai.
“Memblokir sedimen itu bukan memindahkan masalah, tapi memusatkan pengendalian. Sedimen dikumpulkan di atas, tidak terlanjur masuk ke sungai,” jelasnya.

Dengan sistem tersebut, pengerukan sedimentasi menjadi terfokus pada satu titik pengendalian di hulu, bukan tersebar di seluruh aliran sungai. Menurut Sonni, hal ini justru memudahkan para pelaku usaha penambangan dalam melakukan normalisasi karena penanganan tidak lagi terjadi kerusakan yang menyebar.
“Kalau sedimen sudah terkendali di hulu, pengerukan juga berakhir di sana. Sungai tidak jadi korban, dan penambang tidak kerepotan mengejar lumpur yang sudah telanjur mengalir ke mana-mana,” ujarnya.

Menurutnya, tata kelola seperti ini bukan hanya menyelamatkan lingkungan, tetapi juga menciptakan efisiensi ekonomi dan menghilangkan aktivitas penambangan.
Aksi YR Team kini dipandang sebagai simbol bahwa Pohuwato masih memiliki kesempatan memperbaiki dirinya. Pekerjaan tersebut menyalakan keyakinan bahwa lingkungan dapat memulihkan lapangan kembali— selama solidaritas sosial dibangun dan tata kelola diperbaiki secara serius.
“Yang kita perlukan bukanlah pembersihan pada saat itu,” tutup Sonni,
“tetapi sistem yang memastikan sungai kita tetap hidup besok.”
(tim redaksi)

Berita Terkait

Pengembalian ASURANSI jadi “BOM” waktu! BSG Didesak Membuka Seluruh Rincian Pembayaran
Jangan Biarkan Amanah Pendiri KUD DHARMA TANI Menjadi Sejarah yang Dikhianati Pengurus!!! Harson Ali Bersuara untuk Penambang RAKYAT Gunung Pani.
OPM Soroti pernyataan Rahmat di konflik Pani, Hasan Lasiki “KUD Jangan jadi Kaki tangan Kolonialisme!,”
BAZNAS Pohuwato Apresiasi JNE Tunaikan Zakat Maal, Perusahaan Pengelola SDA Diimbau Ikut Berkontribusi
SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi
Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Berita Terkait

Thursday, 29 October 2026 - 06:15

Pengembalian ASURANSI jadi “BOM” waktu! BSG Didesak Membuka Seluruh Rincian Pembayaran

Thursday, 29 October 2026 - 03:24

Jangan Biarkan Amanah Pendiri KUD DHARMA TANI Menjadi Sejarah yang Dikhianati Pengurus!!! Harson Ali Bersuara untuk Penambang RAKYAT Gunung Pani.

Thursday, 29 October 2026 - 01:06

OPM Soroti pernyataan Rahmat di konflik Pani, Hasan Lasiki “KUD Jangan jadi Kaki tangan Kolonialisme!,”

Wednesday, 28 October 2026 - 11:32

BAZNAS Pohuwato Apresiasi JNE Tunaikan Zakat Maal, Perusahaan Pengelola SDA Diimbau Ikut Berkontribusi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:21

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi

Berita Terbaru