Puasa di Atas Tanah yang Menangis

Wednesday, 18 February 2026 - 16:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

Ramadhan di Pohuwato, turun seperti hujan yang lembut, tapi ia jatuh di atas tanah yang kerontang.

Bulan suci datang membawa ayat-ayat langit, sementara bumi memikul luka yang dibiarkan terbuka oleh tangan-tangan yang berkuasa.
“Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan oleh tangan manusia…”
— QS. Ar-Rum 30:41
Kerusakan itu bukan rahasia lagi, ia terlihat jelas di sungai yang keruh,
di gunung yang bolong, di wajah petani yang kehilangan musim,
di nelayan yang pulang tanpa membawa ikan ….
Yang tidak terlihat hanyalah rasa malu, rakyat menangis, tetapi tangisan itu berhenti di meja rapat
seperti laporan yang datang dimeja pejabat tanpa dibaca.
Mereka tahu, mereka melihat, mereka tetap menandatangani…..

Ramadhan mengajarkan manusia menahan diri, namun kekuasaan justru dijalankan tanpa belas  kasihan.
Puasa menjadi ritual di masjid, sementara kebijakan berjalan seperti mesin yang tidak pernah lelah menindas.
“…janganlah kamu membuat kerusakan di bumi…”
— QS. Al-A’raf 7:56
Ayat ini dibaca setiap malam, tetapi siangnya diselesaikan dengan stempel resmi….

Setiap izin yang jatuh, bukan sekedar tinta di kertas, ia jatuh tepat di dada rakyat yang tidak pernah diajak bicara di setiap mereka membuat keputusan.
“Sesungguhnya Allah menyuruhmu menyampaikan amanah…”
— QS. An-Nisa 4:58
Kekuasaan adalah amanah, tetapi di tangan yang salah, amanah berubah menjadi petaka.
Dan yang paling menyakitkan, semua ini terus terjadi meski di tengah suara azan, di bawah bayang bayang bulan Ramadhan…..

Seolah-olah Tuhan hanya hadir di masjid, bukan di sungai yang dicekik lumpur, bukan di sawah yang gagal panen…. Bukan di laut yang semakin keruh….dan bukan di gubuk gubuk penambang yang di gusur di area konsesi…

Ramadan datang membawa cermin, dan wajah yang muncul di dalamnya adalah wajah kekuasaan yang terlalu lama berdamai dengan kezaliman.
“Allah tidak mengubah keadaan suatu umat…”
— QS. Ar-Ra’d 13:11
Ayat ini bukan hanya untuk rakyat.
Ia juga untuk para penguasa…, karena jabatannya tidak kebal dari hisab!!!!

Nauzubillahiminzalik  …

Bayangkan hari ketika tanah membuat kesaksian, ketika sungai berbicara, ketika petani dan nelayan tidak perlu lagi berteriak-teriak, karena bumi sendiri yang menjadi Saksi….

Langit tidak pernah tuli…ia hanya menunggu waktu menjawab….

Ramadhan bukan sekedar bulan puasa, ia adalah audit hati nurani, dan mungkin pertanyaan yang akan ditanyakan kelak, bukan berapa kali kita tarawih….tetapi berapa banyak luka rakyat yang telah kita tanda tangani
dengan sadar..

Akhirnya…

Selamat menyambut Bulan Suci Ramadhan 1447 Hijriah….

Semoga setiap azan yang kita dengar, tidak hanya memanggil tubuh ke masjid, tetapi memanggil hati pulang kepada rasa takut……

Jika bumi ini masih harus menangis, semoga ia menemukan kita sedang berusaha berubah….

Selamat menjalankan ibadah puasa.
Semoga di antara lapar dan doa, kita masih sempat merasa perih
atas penderitaan yang bukan milik kita sendiri…… dan itu menyelamatkan kita……
sebelum semuanya terlambat. (TimRedaksi akulturasipost.Com)

Berita Terkait

Nyalip Truk, Mobil Operasional PGM Tabrak Anak di Hulawa, Warga Panik Evakuasi Korban
Dugaan Korupsi DLH Pohuwato Mengemuka, Sejumlah Pejabat Dipanggil Kejaksaan
Pasokan Pangan Digelontorkan ke Kei Besar, Tol Laut Jadi Kunci Stabilitas Harga
Nelayan Kangean Hilang Saat Melaut, Perahu Ditemukan Tanpa Awak
Pickup Angkut Solar Terbakar di Jalur Trans Pohuwato, Api Hanguskan 70 Persen Kendaraan
Arisan Rp20 Juta Berujung Sengketa, Pemenang Hanya Terima Rp10 Juta
Hidupkan Tradisi, Lebaran Betawi 2026 Perkuat Identitas Budaya Jakarta
Fasilitas Terbatas, Layanan Belum Maksimal: Tantangan Kesehatan di Kei Besar
Berita ini 27 kali dibaca
Tag :

Berita Terkait

Thursday, 16 April 2026 - 09:36

Nyalip Truk, Mobil Operasional PGM Tabrak Anak di Hulawa, Warga Panik Evakuasi Korban

Thursday, 16 April 2026 - 09:23

Dugaan Korupsi DLH Pohuwato Mengemuka, Sejumlah Pejabat Dipanggil Kejaksaan

Wednesday, 15 April 2026 - 07:21

Pasokan Pangan Digelontorkan ke Kei Besar, Tol Laut Jadi Kunci Stabilitas Harga

Monday, 13 April 2026 - 14:36

Nelayan Kangean Hilang Saat Melaut, Perahu Ditemukan Tanpa Awak

Sunday, 12 April 2026 - 11:46

Pickup Angkut Solar Terbakar di Jalur Trans Pohuwato, Api Hanguskan 70 Persen Kendaraan

Berita Terbaru