Satu Orang Disorot, Ratusan Dibiarkan: Di Mana Adilnya?

Wednesday, 18 February 2026 - 07:13

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

akulturasipost.com, DENGILO —Di tengah riuh sorotan terhadap satu nama dalam polemik tambang Pohuwato, rasa keadilan masyarakat justru terasa teriris. Banyak warga bertanya: mengapa persoalan yang melibatkan ratusan aktivitas penambangan seolah-olah dipersempit hanya pada satu gambar?
Kabid Hukum dan HAM LSM LABRAK, Sri Susanti Yunus, menilai pendekatan seperti ini berbahaya karena mengabaikan akar masalah yang sebenarnya. Ia mengingatkan bahwa penambang rakyat adalah mayarakat Pohuwato sendiri—orang-orang yang menggantungkan hidup dari tanah leluhur mereka sejak lahir.
“Ketika hanya satu orang yang terus-terusan diteriakkan, sementara yang lain luput dari pembahasan, merasakan masyarakat ketimpangan. Keadilan tidak boleh subjektif dan pilih kasih,” ujarnya.
Menurut Sri, luka sebenarnya bukan hanya soal tambang ilegal, tetapi tentang lambannya negara memberi jalan legal bagi rakyatnya. Selama izin pertambangan rakyat belum direalisasikan, masyarakat akan terus hidup di persimpangan antara kebutuhan perut dan ancaman hukum.
Ia juga menegaskan bahwa kekayaan alam Pohuwato seharusnya menjadi napas kehidupan bagi warga Pohuwato, bukan sekadar angka keuntungan bagi pihak luar.
“Rakyat tidak sedang meminta keistimewaan. Mereka hanya ingin haknya diakui: bekerja secara legal di tanahnya sendiri,” kata Sri.
Di tengah debug tambang dan kerasnya perut bumi yang digali setiap hari, masyarakat Pohuwato menunggu sesuatu yang lebih mendasar dari sekadar sorotan: mereka menunggu keadilan yang utuh—keadilan yang tidak memilih wajah, tidak mencari kambing hitam, dan tidak meninggalkan rakyatnya sendiri.
(Tim Redaksi)

Berita Terkait

BAZNAS Pohuwato Apresiasi JNE Tunaikan Zakat Maal, Perusahaan Pengelola SDA Diimbau Ikut Berkontribusi
SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi
Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka
Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara
Tag :

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 11:32

BAZNAS Pohuwato Apresiasi JNE Tunaikan Zakat Maal, Perusahaan Pengelola SDA Diimbau Ikut Berkontribusi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:21

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:02

Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini

Wednesday, 28 October 2026 - 02:40

Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Berita Terbaru