akulturasipost.com, Pohuwato – Ramadhan di Kecamatan Patilanggio tidak hanya diisi dengan aktivitas ibadah, tetapi juga semangat gerakan sosial yang dilakukan oleh anak muda. Menjelang waktu berbuka puasa, YR Team bersama Cipayung Plus Pohuwato turun langsung ke jalan, membagikan ratusan paket takjil kepada masyarakat.
Bagi mereka, berbagi bukan sekedar kegiatan seremonial. Ini adalah simbol bahwa generasi muda hadir sebagai bagian dari solusi sosial — bergerak, menyapa, dan memberi manfaat nyata bagi lingkungan sekitar.
Relawan muda tampak berdiri di tepi jalan, menyambut para pengguna jalan dengan senyum dan sapaan hangat. Paket takjil berpindah tangan dengan cepat, tetapi pesan yang dibawa jauh lebih besar: kebersamaan dan kepedulian harus terus hidup di tengah masyarakat.
Ketua PMII Pohuwato, Hijrat Sumaga, menegaskan bahwa pelajar tidak boleh hanya menjadi penonton dalam dinamika sosial.
“Kami ingin menunjukkan bahwa anak muda mempunyai energi untuk bergerak dan memberi dampak. Ramadhan menjadi momentum untuk mengubah kepedulian menjadi tindakan nyata,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua IMM Pohuwato, Yulan G. Bula, menyebut kolaborasi dalam Cipayung Plus sebagai contoh bahwa persatuan antarorganisasi dapat melahirkan gerakan yang lebih kuat.
“Ketika anak muda bersatu, tidak ada organisasi sekat. Yang ada hanya semangat yang sama untuk berbagi dan hadir di tengah masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan berlangsung dengan tertib dan antusias tinggi dari warga. Banyak masyarakat menyambut aksi tersebut sebagai bentuk kepedulian yang terasa dekat dan tulus. Di tengah kesibukan Ramadhan, kehadiran para relawan muda memberi warna tersendiri — menghadirkan harapan bahwa solidaritas sosial tetap tumbuh di tangan generasi baru.
Melalui aksi ini, Tim YR dan Cipayung Plus Pohuwato menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya tentang menahan diri, tetapi juga tentang keberanian untuk bergerak bersama. Sebab dibalik setiap langkah kecil anak muda, selalu ada potensi perubahan yang lebih besar bagi masyarakat (Redaksi)






