Akulturasipost,Pohuwato– Pemerintah Kabupaten Pohuwato resmi menetapkan 1 Syawal 1447 Hijriah jatuh pada Sabtu, 21 Maret 2026. Penetapan tersebut dilakukan melalui sidang adat Tonggeyamo yang digelar pada Kamis malam (19/03/2026), setelah merujuk pada hasil sidang isbat pemerintah pusat.
Sebelum keputusan adat ditetapkan, jajaran pemerintah daerah bersama unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan lembaga adat terlebih dahulu mengikuti siaran langsung sidang isbat yang dipimpin Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, melalui layar televisi di Rumah Jabatan Bupati Pohuwato.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung oleh Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, didampingi Wakil Bupati Iwan S. Adam, serta Ketua DPRD Beni Nento. Turut hadir pula unsur Forkopimda, termasuk Dandim 1313 Pohuwato Letkol Arm. Fiat Suwandana dan Wakapolres Pohuwato, serta jajaran Kementerian Agama, pimpinan OPD, hingga tokoh adat dan tokoh masyarakat.
Dalam sambutannya, Bupati Saipul Mbuinga menegaskan bahwa berdasarkan hasil sidang isbat pemerintah, Idulfitri tahun ini ditetapkan pada Sabtu. Dengan demikian, umat Islam di Pohuwato masih melaksanakan salat tarawih dan melanjutkan ibadah puasa pada Jumat malam sebelumnya.
Ia juga menyinggung adanya perbedaan penetapan Hari Raya antara Muhammadiyah dan pemerintah bersama Nahdlatul Ulama. Menurutnya, perbedaan tersebut harus disikapi secara bijak sebagai bagian dari dinamika keberagaman umat.
“Perbedaan ini hendaknya menjadi perekat kebersamaan di antara sesama umat,” ujar Saipul.
Lebih lanjut, Bupati menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur Forkopimda dan stakeholder terkait atas sinergi dalam pelaksanaan Safari Ramadan hingga pengamanan menjelang Idulfitri. Ia juga mengapresiasi peran aparat TNI, Polri, Satpol PP, serta Dinas Perhubungan dalam menjaga stabilitas keamanan dan kelancaran arus mudik.
Pada kesempatan tersebut, Bupati Saipul turut menyerahkan naskah khutbah Idulfitri kepada Ustaz Kasim Badu yang akan bertindak sebagai khatib pada pelaksanaan salat Idulfitri di Masjid Agung Baiturrahim Pohuwato.
Dengan keputusan ini, masyarakat Pohuwato diharapkan dapat menyambut Hari Raya Idulfitri dengan penuh khidmat, tetap menjaga persatuan, serta mempererat nilai-nilai kebersamaan di tengah perbedaan.





