Akulturasipost, Pohuwato— Kondisi kebersihan di Kabupaten Pohuwato kembali menjadi sorotan. Tumpukan sampah dilaporkan terlihat di sejumlah titik, tidak hanya di kawasan permukiman warga dan pinggir jalan, tetapi juga di area halaman Kantor Bupati Pohuwato.
Temuan tersebut memunculkan pertanyaan publik terkait pengelolaan lingkungan di wilayah tersebut. Pasalnya, kantor pemerintahan yang seharusnya menjadi contoh dalam menjaga kebersihan justru turut terdampak persoalan serupa.
Berdasarkan pantauan di lapangan, sampah terlihat berserakan dan menumpuk tanpa penanganan yang optimal. Kondisi ini mencerminkan masih adanya persoalan dalam sistem pengelolaan sampah, baik dari sisi pengangkutan, pengawasan, maupun kesadaran kolektif.
Situasi ini menjadi kontras dengan berbagai narasi capaian di sektor kebersihan yang selama ini disampaikan kepada publik, termasuk terkait upaya meraih penghargaan di bidang lingkungan hidup. Sejumlah pihak menilai, konsistensi dalam menjaga kebersihan sehari-hari menjadi faktor utama yang lebih penting dibandingkan pencapaian seremonial.
Hingga saat ini, belum ada keterangan resmi dari pihak Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Pohuwato terkait kondisi tersebut. Namun, masyarakat berharap adanya langkah konkret dan berkelanjutan untuk mengatasi persoalan sampah yang kian meluas.
Pengelolaan sampah yang efektif dinilai tidak hanya bergantung pada program, tetapi juga pada implementasi yang konsisten di lapangan. Jika tidak segera ditangani, kondisi ini dikhawatirkan dapat berdampak pada lingkungan, kesehatan masyarakat, serta menurunkan kepercayaan publik terhadap kinerja pemerintah daerah.





