PENAS XVII Gorontalo Jadi Ajang Edukasi dan Inovasi, Ketua Panitia Sebut Momentum Langka

Tuesday, 23 June 2026 - 06:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kolase foto,Ketua Panitia Penyelenggara PENAS XVII. Mochamad Ruslin saat di temui di lokasi Gelar Teknologi(22/06/2026).

Kolase foto,Ketua Panitia Penyelenggara PENAS XVII. Mochamad Ruslin saat di temui di lokasi Gelar Teknologi(22/06/2026).

Akulturasipost, GORONTALO – Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang saat ini berlangsung di Kabupaten Gorontalo tidak hanya menjadi magnet bagi peserta dan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga menarik perhatian luas masyarakat Gorontalo. Kegiatan berskala nasional tersebut dinilai sebagai momentum strategis untuk memperluas wawasan dan memperkenalkan berbagai inovasi terbaru di sektor pertanian, perikanan, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Ketua Penyelenggara PENAS XVII, Mochamad Ruslin, menegaskan bahwa penyelenggaraan PENAS tidak semata-mata menjadi ajang perayaan atau euforia bagi petani, nelayan, pelaku usaha, dan UMKM. Menurutnya, kegiatan ini harus dimanfaatkan sebagai ruang edukasi dan transfer pengetahuan melalui berbagai teknologi serta inovasi yang dipamerkan oleh peserta dari seluruh Indonesia.

“PENAS ini merupakan momentum dan kesempatan emas. Belum tentu dalam seratus tahun ke depan kita bisa kembali menyaksikan PENAS digelar di Gorontalo. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tiga tahun sekali dan bergilir di 38 provinsi. Karena itu, masyarakat jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk datang dan melihat langsung berbagai teknologi terbaru yang dipamerkan,” ujar Ruslin, Selasa (23/6/2026).

Ia menjelaskan, berbagai stan pameran yang hadir dalam PENAS XVII menampilkan beragam inovasi di bidang pertanian, kelautan, dan perikanan yang selama ini mungkin hanya dikenal masyarakat melalui media digital atau informasi daring.

Menurutnya, kehadiran langsung para pelaku industri, pengembang teknologi, dan produsen alat pertanian memberikan kesempatan yang lebih besar bagi petani dan nelayan untuk berdiskusi serta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai perkembangan teknologi terkini.

“Biasanya teknologi-teknologi modern di sektor pertanian hanya diakses melalui telepon genggam atau internet. Namun di PENAS, masyarakat bisa melihat langsung produknya, berdiskusi dengan pihak pengembang, dan mendapatkan penjelasan secara langsung. Ini tentu sangat bermanfaat bagi peningkatan kapasitas petani dan nelayan,” katanya.

Ruslin berharap ajang nasional yang mempertemukan petani, nelayan, pelaku usaha, akademisi, dan UMKM dari berbagai daerah tersebut dapat menjadi sarana pertukaran pengalaman, penguatan jejaring, serta peningkatan pengetahuan yang berdampak positif terhadap kemajuan sektor pertanian dan perikanan di Indonesia, khususnya di Gorontalo.

PENAS XVII sendiri menjadi salah satu agenda nasional terbesar di sektor pertanian dan perikanan yang menghadirkan ribuan peserta dari berbagai provinsi, sekaligus menjadi etalase inovasi untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Tim Redaksi) 

Berita Terkait

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026
Dua Saksi Dipanggil Polisi, Penyelidikan Dugaan Pengancaman Terhadap Wartawan Berlanjut
YR TIM Pohuwato Konsisten Gelar Jumat Berkah, Tebar Kepedulian Sosial dan Perkuat Semangat Berbagi
TMMD Ke-129 Resmi Bergerak, Kodim 1313/Pohuwato Kebut Pembangunan Jalan, RTLH hingga Sarana Air Bersih di Makarti Jaya

Berita Terkait

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Friday, 24 July 2026 - 11:26

Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan

Wednesday, 22 July 2026 - 14:04

Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan

Monday, 20 July 2026 - 08:52

TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026

Berita Terbaru