Akulturasipost, GORONTALO – Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII yang saat ini berlangsung di Kabupaten Gorontalo tidak hanya menjadi magnet bagi peserta dan pengunjung dari berbagai daerah di Indonesia, tetapi juga menarik perhatian luas masyarakat Gorontalo. Kegiatan berskala nasional tersebut dinilai sebagai momentum strategis untuk memperluas wawasan dan memperkenalkan berbagai inovasi terbaru di sektor pertanian, perikanan, serta pengembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Ketua Penyelenggara PENAS XVII, Mochamad Ruslin, menegaskan bahwa penyelenggaraan PENAS tidak semata-mata menjadi ajang perayaan atau euforia bagi petani, nelayan, pelaku usaha, dan UMKM. Menurutnya, kegiatan ini harus dimanfaatkan sebagai ruang edukasi dan transfer pengetahuan melalui berbagai teknologi serta inovasi yang dipamerkan oleh peserta dari seluruh Indonesia.
“PENAS ini merupakan momentum dan kesempatan emas. Belum tentu dalam seratus tahun ke depan kita bisa kembali menyaksikan PENAS digelar di Gorontalo. Kegiatan ini dilaksanakan setiap tiga tahun sekali dan bergilir di 38 provinsi. Karena itu, masyarakat jangan menyia-nyiakan kesempatan untuk datang dan melihat langsung berbagai teknologi terbaru yang dipamerkan,” ujar Ruslin, Selasa (23/6/2026).
Ia menjelaskan, berbagai stan pameran yang hadir dalam PENAS XVII menampilkan beragam inovasi di bidang pertanian, kelautan, dan perikanan yang selama ini mungkin hanya dikenal masyarakat melalui media digital atau informasi daring.
Menurutnya, kehadiran langsung para pelaku industri, pengembang teknologi, dan produsen alat pertanian memberikan kesempatan yang lebih besar bagi petani dan nelayan untuk berdiskusi serta memperoleh pemahaman yang lebih mendalam mengenai perkembangan teknologi terkini.
“Biasanya teknologi-teknologi modern di sektor pertanian hanya diakses melalui telepon genggam atau internet. Namun di PENAS, masyarakat bisa melihat langsung produknya, berdiskusi dengan pihak pengembang, dan mendapatkan penjelasan secara langsung. Ini tentu sangat bermanfaat bagi peningkatan kapasitas petani dan nelayan,” katanya.
Ruslin berharap ajang nasional yang mempertemukan petani, nelayan, pelaku usaha, akademisi, dan UMKM dari berbagai daerah tersebut dapat menjadi sarana pertukaran pengalaman, penguatan jejaring, serta peningkatan pengetahuan yang berdampak positif terhadap kemajuan sektor pertanian dan perikanan di Indonesia, khususnya di Gorontalo.
PENAS XVII sendiri menjadi salah satu agenda nasional terbesar di sektor pertanian dan perikanan yang menghadirkan ribuan peserta dari berbagai provinsi, sekaligus menjadi etalase inovasi untuk mendukung ketahanan pangan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.(Tim Redaksi)






