Akulturasipost,POHUWATO – Rapat Anggota Tahunan (RAT) KUD Dharma Tani Tahun Buku 2025 yang digelar di Ichsan Convention Centre, Kamis (25/6/2026), menjadi salah satu forum paling menentukan dalam sejarah perjalanan koperasi tersebut. Di tengah berbagai pertanyaan yang selama ini menggantung tentang aset, dokumen, tata kelola hingga status hak ekonomi anggota, Badan Pengawas tampil dengan sikap tegas dan membawa agenda besar: pembenahan total KUD Dharma Tani.
Tidak tanggung-tanggung, sebanyak 35 poin rekomendasi dilahirkan dalam forum tersebut. Rekomendasi itu menyentuh hampir seluruh aspek pengelolaan koperasi, mulai dari organisasi, administrasi, keuangan, aset, unit usaha, hingga persoalan penyertaan modal dan status kepemilikan saham KUD Dharma Tani pada PT Puncak Emas Tani Sejahtera (PT PETS).
Langkah Badan Pengawas ini langsung menjadi perhatian anggota. Pasalnya, untuk pertama kalinya forum RAT secara terbuka memberikan mandat pelaksanaan Audit Investigatif guna mengungkap secara menyeluruh kondisi koperasi dan memastikan seluruh aset serta hak ekonomi anggota terlindungi.
Dalam laporannya, Badan Pengawas menyampaikan bahwa sejumlah dokumen penting yang diperlukan untuk memverifikasi laporan pertanggungjawaban pengurus belum dapat diperoleh secara lengkap. Akibatnya, Forum RAT menyatakan laporan pertanggungjawaban pengurus belum dapat diverifikasi secara memadai dan belum dapat diberikan pembebasan tanggung jawab sampai seluruh temuan memperoleh klarifikasi dan pembuktian yang memadai.
Tidak berhenti di situ, Badan Pengawas juga mendorong penelusuran menyeluruh terhadap berbagai dokumen yang berkaitan dengan sejarah penyertaan modal, perubahan komposisi saham, restrukturisasi kepemilikan, serta hubungan hukum KUD Dharma Tani dengan PT PETS.
Forum RAT bahkan memberikan batas waktu 120 hari kepada pengurus untuk melaksanakan seluruh rekomendasi dan menyerahkan dokumen yang dibutuhkan. Jika rekomendasi tersebut tidak dijalankan, forum membuka ruang untuk penyelenggaraan Rapat Anggota Luar Biasa (RALB) sebagai mekanisme evaluasi organisasi.
Suasana RAT kali ini terasa berbeda. Jika pada tahun-tahun sebelumnya berbagai pertanyaan anggota sering berakhir tanpa jawaban yang tuntas, kali ini Badan Pengawas memilih mengambil langkah yang lebih progresif. Audit, transparansi, dan perlindungan hak anggota menjadi kata kunci yang terus bergema sepanjang forum berlangsung.
Bagi banyak anggota, langkah ini menjadi secercah harapan di tengah berbagai persoalan yang selama bertahun-tahun menjadi bahan pembicaraan di lingkungan koperasi. Sebab di balik berbagai cerita tentang investasi, kerja sama usaha, dan potensi ekonomi yang besar, masih banyak anggota yang mengaku belum merasakan manfaat ekonomi yang signifikan dari keberadaan koperasi yang mereka miliki bersama.
Karena itu, pembenahan yang dimulai dari RAT 2025 tidak hanya dipandang sebagai agenda administratif semata. Lebih dari itu, ini adalah upaya mengembalikan kepercayaan anggota kepada lembaga yang dibangun atas semangat gotong royong dan kesejahteraan bersama.
Badan Pengawas tampaknya memahami bahwa yang dibutuhkan anggota hari ini bukan sekadar janji atau penjelasan, melainkan keterbukaan, kepastian, dan hasil nyata. Sebab sebesar apa pun aset yang dimiliki koperasi, sebesar apa pun peluang usaha yang pernah dibangun, semua itu tidak akan memiliki arti apabila anggota sebagai pemilik koperasi belum merasakan manfaatnya.
RAT 2025 mungkin belum menjawab seluruh pertanyaan yang selama ini berkembang. Namun satu hal yang kini sulit dibantah: Badan Pengawas telah menyalakan mesin pembenahan. Dan dari Ichsan Convention Centre, sebuah pesan kuat dikirim kepada seluruh anggota KUD Dharma Tani—bahwa koperasi ini harus kembali berjalan di jalur yang benar, dengan transparansi sebagai kompas dan kesejahteraan anggota sebagai tujuan akhirnya.(Tim Redaksi)






