Warga Botubilotahu Laporkan Dugaan PETI ke Polres Pohuwato, Klaim 42 Pohon Kelapa Rusak Akibat Sedimentasi Tambang

Sunday, 12 July 2026 - 13:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost,Pohuwato–Seorang warga Desa Botubilotahu, Kabupaten Pohuwato, Ismail Tino, resmi melaporkan dugaan aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) ke Polres Pohuwato.

Laporan tersebut berkaitan dengan dugaan kerusakan lahan perkebunan miliknya yang diduga terdampak sedimentasi dari aktivitas pertambangan.

Laporan pengaduan diterima Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Pohuwato pada Minggu, 12 Juli 2026. Pengaduan tersebut tercatat dengan nomor STTLP B/118/VII/2026/SPKT/RES-PHWT/POLDA GORONTALO dan memuat dugaan tindak pidana pertambangan ilegal serta pengrusakan lahan perkebunan.

Kepada awak media, Ismail mengungkapkan bahwa sebelum menempuh jalur hukum, dirinya telah beberapa kali mengikuti proses mediasi dengan sejumlah penambang yang beraktivitas di sekitar lokasi. Namun, upaya tersebut disebut belum menghasilkan penyelesaian atas kerugian yang dialaminya.

“Yang menjadi pokok permasalahan di sini saya bukan mau melaporkan penambang di situ yang mencari nafkah, namun dampak dari pekerjaan itu yang sudah merugikan kebun saya,” ujar Ismail.

Ia menjelaskan, sekitar 42 pohon kelapa miliknya diduga mengalami kerusakan akibat sedimentasi yang ditimbulkan dari aktivitas pertambangan di sekitar kawasan tersebut. Menurutnya, tanaman tersebut merupakan warisan keluarga yang telah ditanam sejak lama dan diharapkan dapat menjadi sumber penghidupan bagi generasi berikutnya.

Ismail menegaskan bahwa laporannya tidak ditujukan kepada para penambang sebagai pencari nafkah, melainkan untuk mencari kepastian hukum atas dampak lingkungan yang menurutnya telah menimbulkan kerugian terhadap lahannya.

“Saya ini melapor bukan para pelaku usaha atau penambang. Sama-sama kita cari nafkah, cuma saya mohon juga diperhatikan. Kasihan pohon kelapa yang ditanam orang tua saya ini untuk anak cucu, malah mati gara-gara sedimentasi dari aktivitas tambang. Karena sudah berulang kali dimediasi tetapi tidak ada solusi, akhirnya saya dan keluarga memilih menempuh jalur hukum,” tutupnya.

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian maupun pihak yang dilaporkan terkait tindak lanjut atas pengaduan tersebut.

(Tim Redaksi)

Berita Terkait

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026
Dua Saksi Dipanggil Polisi, Penyelidikan Dugaan Pengancaman Terhadap Wartawan Berlanjut
YR TIM Pohuwato Konsisten Gelar Jumat Berkah, Tebar Kepedulian Sosial dan Perkuat Semangat Berbagi
TMMD Ke-129 Resmi Bergerak, Kodim 1313/Pohuwato Kebut Pembangunan Jalan, RTLH hingga Sarana Air Bersih di Makarti Jaya

Berita Terkait

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Friday, 24 July 2026 - 11:26

Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan

Wednesday, 22 July 2026 - 14:04

Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan

Monday, 20 July 2026 - 08:52

TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026

Berita Terbaru