Akulturasipost, POHUWATO — Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Pohuwato, Selasa (20/10/2026), dilaporkan semakin parah. Kondisi ini mulai mengganggu aktivitas warga, terutama pengendara sepeda motor yang terpapar asap saat berkendara di jalan raya.

Pantauan warga menunjukkan jarak pandang sekitar 300 meter mulai kabur. Paparan kabut asap selama kurang lebih 15 menit saat berkendara juga dapat memicu keluhan berupa mata perih, batuk-batuk, hingga sensasi sesak saat bernapas.
Harson Ali, salah seorang warga, mengaku harus menggunakan kacamata saat mengantar anaknya ke sekolah pada Selasa pagi. Menurutnya, kondisi kabut asap hari ini terasa lebih buruk dibandingkan hari sebelumnya.
“Tadi pagi saya antar anak ke sekolah, ini sudah harus pakai kacamata karena kabut asap hari ini lebih parah dari kemarin. Jarak pandang sekitar 300 meter sudah kabur. Kurang lebih 15 menit naik motor, mata pedis sama batuk-batuk,” ungkap Harson.
Ia juga berharap agar pemerintah terkait memberikan perhatian khusus
” Saya selaku warga masyarakat juga berharap pemerintah benar-benar menaruh perhatian untuk fenomena ini”.tutupnya
Keluhan tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di luar ruangan. Pengendara sepeda motor disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel asap serta pelindung mata guna mengurangi paparan langsung.
Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat. Jika mengalami sesak napas, segera hentikan aktivitas, menjauh dari sumber asap, dan mencari pertolongan medis apabila keluhan berlanjut atau memburuk.
Hingga berita ini disusun, kondisi kabut asap berdasarkan keterangan warga tersebut belum disertai data pengukuran kualitas udara terbaru. Karena itu, diperlukan pemantauan resmi untuk memastikan tingkat pencemaran udara dan potensi risiko kesehatan bagi masyarakat Pohuwato.(Tim Redaksi)






