Kabut Asap Pohuwato Kian Pekat, Pengendara Mulai Keluhkan Mata Perih dan Sesak Napas

Tuesday, 20 October 2026 - 00:35

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Harson Ali, warga pengendara Roda 2 yang mengaku kewalahan dengan kondisi kabut asap, Dok. Akulturasipost

Harson Ali, warga pengendara Roda 2 yang mengaku kewalahan dengan kondisi kabut asap, Dok. Akulturasipost

Akulturasipost, ‎POHUWATO — Kabut asap yang menyelimuti wilayah Kabupaten Pohuwato, Selasa (20/10/2026), dilaporkan semakin parah. Kondisi ini mulai mengganggu aktivitas warga, terutama pengendara sepeda motor yang terpapar asap saat berkendara di jalan raya.

Kondisi kabut asap seputaran Mesjid Agung Baiturrahim Marisa pada pukul 07.20,selasa 20/10/2026

‎Pantauan warga menunjukkan jarak pandang sekitar 300 meter mulai kabur. Paparan kabut asap selama kurang lebih 15 menit saat berkendara juga dapat memicu keluhan berupa mata perih, batuk-batuk, hingga sensasi sesak saat bernapas.

‎Harson Ali, salah seorang warga, mengaku harus menggunakan kacamata saat mengantar anaknya ke sekolah pada Selasa pagi. Menurutnya, kondisi kabut asap hari ini terasa lebih buruk dibandingkan hari sebelumnya.

‎“Tadi pagi saya antar anak ke sekolah, ini sudah harus pakai kacamata karena kabut asap hari ini lebih parah dari kemarin. Jarak pandang sekitar 300 meter sudah kabur. Kurang lebih 15 menit naik motor, mata pedis sama batuk-batuk,” ungkap Harson.

‎Ia juga berharap agar pemerintah terkait memberikan perhatian khusus 

‎” Saya selaku warga masyarakat juga berharap pemerintah benar-benar menaruh perhatian untuk fenomena ini”.tutupnya

‎Keluhan tersebut menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih waspada saat beraktivitas di luar ruangan. Pengendara sepeda motor disarankan menggunakan masker yang sesuai untuk menyaring partikel asap serta pelindung mata guna mengurangi paparan langsung.

‎Masyarakat juga diimbau mengurangi aktivitas di luar ruangan apabila kabut asap semakin pekat. Jika mengalami sesak napas, segera hentikan aktivitas, menjauh dari sumber asap, dan mencari pertolongan medis apabila keluhan berlanjut atau memburuk.

Hingga berita ini disusun, kondisi kabut asap berdasarkan keterangan warga tersebut belum disertai data pengukuran kualitas udara terbaru. Karena itu, diperlukan pemantauan resmi untuk memastikan tingkat pencemaran udara dan potensi risiko kesehatan bagi masyarakat Pohuwato.(Tim Redaksi) 

Berita Terkait

Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara
Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat
Nama TNI Diduga Dicatut untuk Lindungi PETI Bulangita, Sosok HD Jadi Sorotan ‎
Tanpa Latihan Gabungan, Ribuan Pelajar Kei Kecil Hadirkan Penampilan Bersejarah di Meti Kei 2026
Menyalakan Semangat Belajar dari Desa, MI Ibnu Syabil Weer Ohoiker, Nani Kurratul Aini, Perkuat Literasi Siswa Lewat Program Belajar Malam
IMM Gorontalo Soroti Dugaan Teror terhadap Arya Sahrain, Desak Penegakan Hukum
Dari Tanah Gorontalo ke Sumatera Utara, IPDA Unedo Fransisco Menorehkan Jejak Pengabdian

Berita Terkait

Monday, 26 October 2026 - 10:22

Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita

Monday, 26 October 2026 - 10:17

Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara

Sunday, 25 October 2026 - 15:16

Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat

Saturday, 24 October 2026 - 15:55

Nama TNI Diduga Dicatut untuk Lindungi PETI Bulangita, Sosok HD Jadi Sorotan ‎

Saturday, 24 October 2026 - 15:21

Tanpa Latihan Gabungan, Ribuan Pelajar Kei Kecil Hadirkan Penampilan Bersejarah di Meti Kei 2026

Berita Terbaru