Viral Video Apresiasi Penertiban PETI, Kepala Dusun Sipayo Mengaku Tertekan Psikis

Monday, 19 January 2026 - 12:24

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kepala Dusun Utama Sipayo saat ditemui media di salah satu rumah warga menuturkan kegelisahannya atas tekanan dari video viral yang beredar Terkait isu penertiban PETI

Kepala Dusun Utama Sipayo saat ditemui media di salah satu rumah warga menuturkan kegelisahannya atas tekanan dari video viral yang beredar Terkait isu penertiban PETI

Akulturasipost, Pohuwato—Setelah viral di media sosial, pengakuan Kepala Dusun Utara Desa Sipayo, Kecamatan Paguat, Rahmad Karim, mengundang perhatian publik. Ia mengaku mengalami tekanan psikis dan mental pasca beredarnya video pernyataan terima kasih atas penertiban Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) yang disebut-sebut dikonsep oleh oknum anggota Polsek Paguat yang bertugas sebagai Bhabinkamtibmas, Senin (19/01/2026).

Rahmad Karim menuturkan, video tersebut dibuat atas permintaan Bhabinkamtibmas Desa Sipayo. Awalnya, ia menolak karena merasa takut dan tidak nyaman. Namun, setelah diperlihatkan sejumlah video serupa dari unsur pemerintah desa di Kecamatan Dengilo, ia akhirnya menyetujui pembuatan video tersebut.

“Video ini saya buat atas permintaan Bhabinkamtibmas di Desa Sipayo. Awalnya saya menolak karena merasa takut, tetapi setelah diperlihatkan video serupa dari pemerintah desa di Kecamatan Dengilo, akhirnya saya membuat video itu,” ungkap Rahmad Karim.

Video yang kemudian beredar luas itu berisi pernyataan apresiasi kepada Kapolres Pohuwato atas penertiban PETI di Kecamatan Dengilo. Dalam video tersebut, Rahmad menyampaikan bahwa penertiban tambang ilegal berdampak pada membaiknya kualitas air yang mengalir hingga ke wilayah Desa Sipayo.

Namun, di luar dugaan, video tersebut justru menuai berbagai reaksi di media sosial. Sejumlah komentar di platform Facebook, menurut Rahmad, bernada merendahkan dan berujung pada perundungan terhadap dirinya.

“Ada beberapa postingan dan komentar di Facebook yang membuat mental saya terpukul. Saya tidak menyangka video ini akan viral dan berdampak seperti ini,” ujarnya.

Rahmad Karim mengaku tekanan yang dialaminya tidak hanya berdampak secara emosional, tetapi juga memengaruhi kondisi psikologisnya dalam menjalani aktivitas sehari-hari sebagai aparat desa.

Tim Redaksi

 

Berita Terkait

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi
Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka
Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara
Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 03:21

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:02

Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini

Wednesday, 28 October 2026 - 02:40

Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Tuesday, 27 October 2026 - 15:00

Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka

Berita Terbaru