Lahan Terendam Lima Bulan, Dugaan Aliran Dana PETI ke Tiga Kades Kecamatan Marisa Mencuat

Tuesday, 10 February 2026 - 04:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost,Pohuwato — Dampak aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di wilayah Bulangita dan Teratai kembali memantik sorotan. Seorang mantan kepala desa Palopo mengeluhkan lahannya yang telah lima bulan terendam lumpur sedimentasi, diduga kuat berasal dari aktivitas PETI di dua wilayah tersebut.

Lumpur sedimentasi tidak hanya merendam lahan, tetapi juga melumpuhkan aktivitas ekonomi. Lapak jualan yang berada tepat di sekitar lahan kini tak lagi bisa difungsikan. Hingga kini, belum ada upaya normalisasi yang dirasakan langsung oleh korban.

Kepada media, perempuan yang juga mantan kepala desa itu mengungkapkan informasi serius. Ia menyebut tiga kepala desa aktif—masing-masing Kepala Desa Bulangita, Teratai, dan Pohuwato Timur—diduga menerima aliran dana dari pelaku usaha PETI, dengan nilai mencapai Rp15.000.000 per desa.

Menurut penuturannya, dana tersebut kemudian dialihkan dalam bentuk pembagian sembako kepada warga yang terdampak lumpur. Namun bantuan tersebut justru ditolaknya.

“Saya masih sanggup membeli sembako. Yang saya butuhkan bukan beras, tapi normalisasi lumpur yang sudah lima bulan menutup lahan saya,harusnya mereka geser dulu limbah ini lalu di kerjakan” tegasnya.

Penolakan itu bukan tanpa alasan. Bagi korban, bantuan konsumtif dinilai hanya menutup masalah di permukaan, sementara akar persoalan—kerusakan lingkungan dan sedimentasi—dibiarkan berlarut.

Dampak PETI Bulangita juga merembet ke infrastruktur publik. Akses jalan diketahui telah dibongkar oleh Dinas PUPR akibat timbunan sedimen, dan proses tersebut telah berlangsung hampir dua bulan. Namun hingga kini, kondisi di sekitar lahan warga justru kian memburuk.

Mantan kepala desa itu kembali menegaskan bahwa lapak usahanya tidak dapat digunakan hampir lima bulan, karena lumpur sedimentasi telah mengelilingi seluruh lahan miliknya. Aktivitas ekonomi terhenti, sementara kepastian pemulihan tak kunjung terlihat.

Kasus ini membuka pertanyaan serius:

jika benar terdapat aliran dana dari pelaku PETI ke kepala desa, apakah bantuan sembako menjadi bentuk kompensasi, pembiaran, atau upaya meredam protes warga?

Hingga berita ini diterbitkan, belum ada klarifikasi resmi dari para kepala desa yang disebutkan maupun dari instansi berwenang terkait dugaan aliran dana tersebut. Publik kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum dan pemerintah daerah untuk menelusuri dugaan praktik di balik aktivitas PETI yang terus meninggalkan luka lingkungan dan sosial.

Tim Redaksi

Berita Terkait

BAZNAS Pohuwato Apresiasi JNE Tunaikan Zakat Maal, Perusahaan Pengelola SDA Diimbau Ikut Berkontribusi
SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi
Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka
Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 11:32

BAZNAS Pohuwato Apresiasi JNE Tunaikan Zakat Maal, Perusahaan Pengelola SDA Diimbau Ikut Berkontribusi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:21

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:02

Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini

Wednesday, 28 October 2026 - 02:40

Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Berita Terbaru