Akulturasipost,Pohuwato—Bupati Pohuwato, Saipul A. Mbuinga, menyambut positif rencana investasi yang akan digelontorkan PT. 5 Coconuts Trading di Kabupaten Pohuwato. Perusahaan dengan skema Penanaman Modal Asing (PMA) tersebut berencana membangun pabrik pengolahan kelapa di wilayah Kecamatan Paguat.
Kehadiran General Manager sekaligus perencana dan pelaksana perusahaan, Roy Rosfiano, bersama pendamping asal Paguat, Muhdar Bahar, diterima langsung oleh Bupati Saipul di rumah jabatan, Sabtu (14/02/2026). Dalam pertemuan itu, bupati menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk membuka ruang selebar-lebarnya bagi investor yang serius menanamkan modal.
Menurut Saipul, kemajuan daerah tidak terlepas dari peran investasi yang mampu menggerakkan roda ekonomi serta membuka lapangan kerja baru. Ia mengaku optimistis dengan keseriusan perusahaan, mengingat lahan untuk pembangunan pabrik seluas kurang lebih 3,2 hektare telah dimiliki pihak investor di Desa Bumbulan, Kecamatan Paguat.
“Kami berharap proses perizinan segera dituntaskan agar pembangunan bisa segera direalisasikan,” ujar Saipul.
Ia juga menyoroti besarnya potensi kelapa di Pohuwato yang selama ini sebagian besar dipasarkan ke luar daerah. Dengan hadirnya pabrik pengolahan di dalam wilayah sendiri, diharapkan rantai distribusi menjadi lebih efisien dan memberi nilai tambah bagi petani lokal.
“Kehadiran pabrik ini memberi ruang besar bagi petani kelapa kita, sehingga hasil produksi tidak lagi harus dibawa keluar daerah,” tambahnya.
Bupati turut menekankan pentingnya prioritas tenaga kerja lokal. Ia meminta perusahaan memberi kesempatan luas kepada masyarakat Pohuwato, mengingat angka pengangguran masih menjadi tantangan daerah.
Menanggapi hal tersebut, Roy Rosfiano memastikan kesiapan perusahaan untuk segera memulai pembangunan setelah seluruh perizinan rampung. Di atas lahan 32 ribu meter persegi itu, akan dibangun tiga unit gedung berukuran 30×60 meter untuk pengolahan kopra dan produk turunannya.
Pada tahap awal, kapasitas produksi ditargetkan mencapai 150 ribu butir kelapa per bulan dan berpotensi meningkat hingga lebih dari 500 ribu butir per bulan. Perusahaan juga menargetkan perekrutan lebih dari 150 tenaga kerja pada fase awal operasional, dengan proyeksi hingga 500 orang seiring perkembangan usaha.
Roy menegaskan sekitar 90 persen tenaga kerja akan diprioritaskan dari masyarakat lokal, sementara posisi manajerial sementara masih diisi tenaga internal perusahaan hingga nantinya dapat dialihkan kepada putra daerah yang kompeten.
Tak hanya fokus pada kopra, perusahaan juga membuka peluang pengembangan produk turunan seperti santan, produk olahan kelapa lainnya, hingga pengolahan batok menjadi arang untuk kebutuhan baterai ekspor. Bahkan, jika infrastruktur dermaga memadai, perusahaan menargetkan penetrasi pasar ekspor.
Selain kelapa, PT. 5 Coconuts Trading juga menyatakan kesiapan menampung hasil bumi lokal lainnya yang dapat disimpan dalam jangka panjang. Investasi ini diharapkan menjadi pengungkit baru bagi pertumbuhan ekonomi Pohuwato serta memperkuat posisi daerah sebagai sentra komoditas kelapa di Gorontalo.
Tim Redaksi






