Sebelum Azan Itu Terdengar, Ada Tangan-Tangan Muda yang Lebih Dulu Bergerak: Kisah KT Pohuwato dan YR Team Menghidupkan Ramadan di Duhiadaa

Sunday, 22 February 2026 - 15:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

akulturasipost.com, Pohuwato — Matahari belum sepenuhnya tenggelam ketika jalanan Desa Duhiadaa mulai dipenuhi wajah-wajah lelah yang menunggu waktu berbuka. Mesin motor menderu pelan, debu tipis terangkat dari aspal, dan di antara hiruk pikuk itu, sekelompok pemuda berdiri membawa paket takjil hangat — seolah ingin menahan waktu agar senja terasa lebih manusiawi.
Mereka tidak datang dengan suara keras. Tidak membawa spanduk besar atau panggung megah. Hanya senyum, langkah cepat, dan tangan yang terus bergerak membagikan kebaikan.
Itulah momen ketika Karang Taruna (KT) Pohuwato bersama YR Team memilih menghadirkan Ramadhan dengan cara yang sederhana namun menyentuh: turun langsung ke jalan, menyapa warga, dan berbagi kebahagiaan sebelum azan magrib berkumandang.
Satu per satu paket takjil berpindah tangan. Seorang pengendara menerima sambil tersenyum lega. Seorang ibu menatap haru sebelum mengucapkan terima kasih. Anak-anak kecil menunggu giliran dengan mata berbinar. Di tengah kesibukan itu, kebaikan terasa begitu dekat—seolah tidak ada jarak antara yang memberi dan yang menerima.
Ketua KT Pohuwato, Abdul Karim Pakaya, tampak berjalan di antara relawan. Ia menyapa warga satu per satu, memastikan setiap orang pulang dengan senyum.
“Kami ingin Ramadhan ini tidak hanya dirasakan secara pribadi, tetapi menjadi kebahagiaan bersama,” ujarnya.
Takjil yang disebarkan pun bukan sekadar makanan berbuka. Bubur ayam hangat dan aneka kue tradisional berasal dari pelaku UMKM lokal — sebuah pilihan yang sengaja diambil agar manfaat kegiatan ini mengalir lebih jauh, menghidupkan ekonomi desa sekaligus memperkuat solidaritas sosial.
Para lawan bekerja tanpa banyak bicara. Peluh membasahi wajah mereka, tetapi tawa tetap pecah di sela-sela aktivitas. Setiap senyum warga seolah menjadi energi baru yang membuat langkah mereka terus ringan.
Bagi Abdul Karim, aksi ini adalah pesan sederhana dari anak muda untuk masyarakat.
“Kami ingin menunjukkan bahwa kepedulian itu nyata. Tidak harus besar, yang penting dilakukan dengan hati,” katanya.
Saat azan magrib akhirnya terdengar, jalanan perlahan lengang. Paket terakhir pun habis terbagi. Para relawan berdiri sejenak, memandang senja yang hampir hilang — lelah, namun dengan rasa puas yang sulit dijelaskan.
Jadi, Ramadhan di Duhiadaa bukan hanya tentang menunggu berbuka. Ia menjadi cerita tentang tangan-tangan muda yang memilih bergerak, tentang kebersamaan yang lahir tanpa diminta, dan tentang kebaikan yang menyebar diam-diam namun meninggalkan jejak yang panjang.
Karena terkadang, sebelum suara azan memanggil orang untuk berhenti sejenak, ada manusia-manusia muda yang lebih dulu bergerak — memastikan tak seorang pun merasa sendirian saat menunggu waktu berbuka. (Redaksi)

Berita Terkait

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi
Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka
Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara
Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 03:21

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:02

Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini

Wednesday, 28 October 2026 - 02:40

Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Tuesday, 27 October 2026 - 15:00

Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka

Berita Terbaru