Akulturasipost, Boalemo — Kebakaran hebat melanda sebuah warung milik warga berinisial MN (56), yang berlokasi di Desa Tangkobu, Kecamatan Paguyaman, Kabupaten Boalemo, pada Kamis malam (12/3/2026). Peristiwa yang terjadi usai pelaksanaan salat tarawih tersebut sontak menghebohkan warga sekitar dan memicu kepanikan di lingkungan permukiman setempat.
Api pertama kali diketahui muncul dari bagian dapur warung milik MN sekitar pukul 20.30 WITA. Menurut keterangan sejumlah warga yang menyaksikan kejadian itu, kepulan asap tebal terlihat keluar dari dapur sebelum akhirnya api membesar dan dengan cepat melalap seluruh bangunan warung yang sebagian besar terbuat dari material mudah terbakar.
Diduga kuat, kebakaran dipicu oleh kompor yang ditinggalkan dalam keadaan menyala. Dalam waktu singkat, si jago merah mengamuk dan menghanguskan hampir seluruh bagian warung. Kobaran api bahkan sempat merembet ke beberapa bagian rumah warga yang berada tepat di samping bangunan tersebut.
“Awalnya kami lihat asap tebal dari dapur warung setelah salat tarawih. Tidak lama kemudian api sudah besar dan warga langsung berteriak meminta bantuan,” ujar salah seorang warga yang berada di lokasi kejadian.
Melihat api yang semakin membesar, warga sekitar segera berinisiatif melakukan upaya darurat dengan melaporkan kejadian tersebut kepada pihak terkait. Beberapa warga menghubungi fasilitas pemadam kebakaran terdekat milik PT PG Gorontalo, sementara yang lain berupaya memadamkan api secara manual menggunakan peralatan seadanya.
Proses pemadaman berlangsung cukup dramatis. Kobaran api yang cepat membesar membuat warga harus berjibaku selama beberapa waktu sebelum akhirnya api dapat dikendalikan. Kejadian ini juga berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi.
Kemacetan panjang tak terhindarkan. Kendaraan yang melintas di jalur tersebut terpaksa melambat bahkan berhenti karena banyaknya warga yang memadati area kebakaran. Diperkirakan antrean kendaraan mencapai sekitar satu kilometer dan berlangsung kurang lebih satu jam hingga situasi kembali normal.
Beruntung, dalam peristiwa kebakaran ini tidak terdapat korban jiwa. Namun demikian, kerugian material yang dialami pemilik warung diperkirakan mencapai puluhan juta rupiah akibat bangunan dan sejumlah barang dagangan yang ikut hangus terbakar.
Hingga berita ini diturunkan, warga masih membersihkan sisa-sisa puing kebakaran, sementara penyebab pasti kejadian tersebut masih menunggu penyelidikan lebih lanjut dari pihak berwenang. Peristiwa ini juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk lebih berhati-hati dalam penggunaan peralatan memasak guna mencegah terjadinya kebakaran serupa di kemudian hari. (Tim Redaksi)






