Akulturasipost, Pohuwato—Pasca pembongkaran camp paksa oleh pihak perusahaan, tensi masyarakat penambang meningkat, ketegangan terjadi antara pihak perusahaan dan penambang lokal yang berada di hulawa.(09/04/2026)
Saat penelusuran tim media di lapangan, pihak perusahaan terus melakukan pembukaan akses jalan Hauling yang kemudian berimbas pada terputusnya akses jalan masyarakat penambang.salah satu karyawan perusahaan menyebutkan areal sebelah (lokasi akses jalan dan camp penambang lokal_red) memang sudah mulai di perintahkan untuk di gusur.
“Jalan yang di sabla yang ngoni ada lewat akang itu somo di suruh gusur karena wilayah konsesi itu, terlepas dari persoalan apakah dorang(pihak manajemen) so selesai pembayaran atau tidak, yaa ana kurang tau, ana cuma perintah jadi jalankan saja” Ujar salah satu operator perusahaan yang enggan di sebutkan namanya.
Di hari yang sama pada saat pembongkaran camp masyarakat di lokasi nanasi juga di temukan fakta baru, 3 unit motor digerus banjir di akibatkan karena salah satu gunung yang menjadi penangkal banjir di areal parkiran motor yang berada di nanasi sudah di bongkar oleh pihak perusahaan sehingga insiden ini terjadi.
Dari 3 unit motor, terinformasi 1 unit motor merek Honda sonic yang tenggelam di bawa banjir itu merupakan motor yang baru saja di beli oleh pemiliknya
“Itu gunung di nanasi itu dorang so bongkar kemaren makanya pe ujan napa parkiran banjir sapu samua, motor sonic yang tenggelam kemaren itu kasian katanya masi baru kasian ju deng ini lagi so tatutup jalan jelas mo lewat koala somo bekeng susa ” Ungkap salah satu penambang yang enggan juga di sebutkan namanya.
Konflik ini kemudian membuat masyarakat menilai Perusahaan bertindak begitu arogan tanpa memberi ruang bagi penambang lokal, pemerintah juga begitu lamban menengahi dan memberi solusi.(Tim Redaksi)






