Diduga 10 Tahun Lebih Rusak Mangrove, Oknum Polisi Disebut Jadi Aktor Lama di Balik Excavator Cagar Alam Tanjung Panjang

Saturday, 9 May 2026 - 07:07

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto ilustrasi Ketua Serikat Petani dan Nelayan, Usman Nggilu. Ditingkatkan menggunakan Artificial intelegen

Foto ilustrasi Ketua Serikat Petani dan Nelayan, Usman Nggilu. Ditingkatkan menggunakan Artificial intelegen

Pohuwato—Kerusakan masif di Cagar Alam Tanjung Panjang, Kabupaten Pohuwato, kini memasuki babak baru. Dugaan keterlibatan oknum aparat kepolisian yang mencuat bukan hanya sebagai pelaku sesaat, tetapi sebagai aktor lama yang disebut telah beroperasi lebih dari satu dekade.(09/05/2026) 

Dalam dua puluh tahun terakhir, kawasan konservasi ini tercatat telah kehilangan sekitar ±2.400 hingga 2.700 hektar hutan mangrove, sebagian besar beralih fungsi menjadi tambak. Kasus ditemukannya excavator di dalam kawasan cagar alam memperkuat dugaan bahwa kerusakan ini berlangsung secara sistematis.

Ketua Serikat Petani dan Nelayan (SPAN), Usman Nggilu, secara terbuka menuding bahwa sosok oknum polisi yang disebut dalam pemberitaan bukanlah pemain baru.

“Kami menduga kuat oknum polisi itu sudah lebih dari sepuluh tahun melakukan aktivitas perusakan mangrove di Cagar Alam Tanjung Panjang. Ini bukan kejadian baru, ini praktik lama yang terus berulang,” tegas Usman Nggilu.

Menurutnya, keberadaan alat berat di kawasan konservasi tidak mungkin terjadi tanpa jaringan dan perlindungan tertentu.

“Kalau hanya satu-dua hari, mungkin bisa disebut kebetulan. Tapi kalau berlangsung bertahun-tahun, ini jelas ada pola dan ada aktor yang sama bermain di belakang,” lanjutnya.

Pernyataan tersebut diperkuat oleh kesaksian nelayan setempat, Pali Idi, yang mengaku telah lama menyaksikan aktivitas alat berat di kawasan mangrove.

“Excavator itu sudah lebih dari sepuluh tahun beroperasi. Kami lihat sendiri bagaimana mangrove dibabat dan dijadikan tambak,” ungkap Pali Idi.

Ia menegaskan bahwa aktivitas tersebut bukan hal tersembunyi di kalangan masyarakat pesisir.

“Kami nelayan tahu, karena setiap hari di laut. Mangrove hilang sedikit demi sedikit, tapi tidak pernah benar-benar dihentikan,” tambahnya.

Temuan terbaru terkait excavator yang diduga dikendalikan oleh oknum polisi menjadi titik terang dari dugaan panjang tersebut. Jika benar, maka kerusakan ribuan hektar mangrove yang terjadi selama ini tidak lagi bisa dianggap sebagai aktivitas ilegal sporadis, melainkan indikasi kuat adanya praktik terstruktur.

Usman Nggilu pun mendesak agar aparat penegak hukum tidak berhenti pada penanganan di lapangan.

“Ini harus dibongkar sampai ke akar. Kalau benar ada oknum aparat yang terlibat lebih dari sepuluh tahun, maka ini adalah kejahatan serius terhadap lingkungan yang tidak boleh ditutup-tutupi,” tutupnya. (Tim Redaksi) 

Berita Terkait

Hewan Kurban di Bone Bolango Tembus 1.155 Ekor, Kabupaten Dapat Bantuan dari Presiden Prabowo
BPK RI Kembali Ganjar Pohuwato Opini WTP, Prestasi Berlanjut Sejak 2013
Polisi Amankan Excavator dan Sejumlah Peralatan Tambang Ilegal di Bulangita
“SPAN Kritik Cara Pandang Kadis LH: Jangan Asal Bicara PETI Kalau Tak Pahami Realitas Rakyat”
Pani Gold Mine Tegaskan Operasi Sesuai Regulasi, Pemkab Pohuwato Siapkan Jalur Alternatif untuk Penambang
Bupati Pohuwato Tunjuk Muslimin Nento Jadi Plt Kadis Sosial, Gantikan Zulkifli Umar
Gila! Penggusuran Kem Masyarakat Diduga dilakukan saat izin tambang Belum Terbit di OSS
Mediasi Penambang Rakyat vs Pani Gold Mine Masih Menggantung, Pemda Pohuwato Akui Belum Bisa Jawab Tuntutan Warga
Berita ini 54 kali dibaca

Berita Terkait

Tuesday, 26 May 2026 - 05:56

Hewan Kurban di Bone Bolango Tembus 1.155 Ekor, Kabupaten Dapat Bantuan dari Presiden Prabowo

Monday, 25 May 2026 - 09:43

BPK RI Kembali Ganjar Pohuwato Opini WTP, Prestasi Berlanjut Sejak 2013

Sunday, 24 May 2026 - 12:41

Polisi Amankan Excavator dan Sejumlah Peralatan Tambang Ilegal di Bulangita

Saturday, 23 May 2026 - 10:26

“SPAN Kritik Cara Pandang Kadis LH: Jangan Asal Bicara PETI Kalau Tak Pahami Realitas Rakyat”

Saturday, 23 May 2026 - 04:22

Bupati Pohuwato Tunjuk Muslimin Nento Jadi Plt Kadis Sosial, Gantikan Zulkifli Umar

Berita Terbaru

Kolase Kota Ambon.Dok Istimewa

Advetorial

Ambon Kota Musik: Harmoni Timur Indonesia yang Mendunia

Tuesday, 26 May 2026 - 05:24