Akulturasipost, JAKARTA—Gelombang protes terhadap aktivitas tambang di Kabupaten Pohuwato, Gorontalo, kini bergeser ke ibu kota. Aliansi Pemuda Gorontalo menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor pusat PT Merdeka Copper Gold Tbk di Jakarta, menuntut penghentian aktivitas tambang yang dinilai memicu konflik sosial dan kerusakan lingkungan di Pohuwato.(21/05/2026)
Dalam aksi tersebut, massa menyayangkan tidak adanya perwakilan direksi perusahaan yang menemui demonstran. Berdasarkan informasi yang diterima massa aksi, pimpinan perusahaan disebut sedang menjalankan ibadah umroh di Mekah.
Tokoh aksi, Syahril, menilai sikap perusahaan menunjukkan ketidakseriusan dalam menyelesaikan persoalan yang terus memanas di Kabupaten Pohuwato.
“Ini bukti bahwa pihak Merdeka Copper Gold abai dan tidak serius menyelesaikan persoalan yang terjadi di Pohuwato,” tegas Syahril di hadapan massa aksi.
Ia memastikan perjuangan mereka tidak akan berhenti. Aliansi Pemuda Gorontalo bahkan mengancam kembali menggelar aksi jilid II pekan depan hingga tuntutan mereka mendapat perhatian pemerintah pusat dan Presiden Prabowo Subianto.
Massa aksi akhirnya membubarkan diri secara tertib menjelang petang dengan komitmen melanjutkan perjuangan demi keadilan masyarakat Pohuwato.
Tuntutan Aliansi Pemuda Gorontalo dalam aksi tersebut, massa menyampaikan empat tuntutan utama:
1.Mendesak Presiden Prabowo Subianto menghentikan sementara aktivitas tambang Pani Gold Mine di Pohuwato karena dinilai bermasalah secara hukum dan memicu konflik lahan.
2.Mendesak Kementerian ESDM dan Kementerian Lingkungan Hidup menindak tegas perusahaan yang dituding merusak fasilitas penambang tradisional serta menyebabkan kerusakan lingkungan dan banjir lumpur di wilayah sekitar tambang.
3.Meminta Kapolri mengevaluasi Kapolda Gorontalo dan menghentikan dugaan kriminalisasi terhadap aktivis lingkungan yang menyuarakan penolakan terhadap aktivitas tambang.
4.Menuntut PT Merdeka Copper Gold bertanggung jawab atas konflik sosial dan dampak lingkungan yang disebut terus terjadi di Kabupaten Pohuwato.(Tim Redaksi)






