Gempa M7,7 Guncang NTT, BMKG Akhiri Peringatan Tsunami, Warga Diminta Tetap Waspada

Saturday, 15 August 2026 - 16:48

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dok istimewa

Dok istimewa

Akulturasipost,NTT – Gempa bumi tektonik berkekuatan magnitudo (M) 7,7 mengguncang wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), Sabtu (15/8/2026) dini hari. Guncangan kuat tersebut terjadi sekitar pukul 04.58 WIB dan berpusat di laut, sekitar 30 kilometer timur laut Nagekeo.

Berdasarkan pemutakhiran data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa berada pada kedalaman sekitar 15 kilometer dengan episenter di koordinat 8,41 derajat Lintang Selatan dan 121,39 derajat Bujur Timur.

BMKG menjelaskan, gempa tersebut dipicu aktivitas Flores Back-Arc Thrust, yakni sistem sesar naik yang berada di wilayah busur belakang Flores. Karakter gempa yang dangkal dan berkekuatan besar sempat memicu peringatan dini tsunami di sejumlah wilayah.

Sejumlah daerah di NTT dan Sulawesi Selatan sebelumnya masuk dalam wilayah yang berpotensi terdampak tsunami berdasarkan pemodelan BMKG.

Namun, setelah melakukan pemantauan terhadap kondisi muka laut, BMKG secara resmi mengakhiri peringatan dini tsunami pada pukul 07.30 WIB.

Meski peringatan tsunami telah berakhir, BMKG mengingatkan masyarakat agar tidak lengah. Aktivitas gempa susulan masih terjadi sehingga warga diminta tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaan.

Masyarakat yang berada di sekitar bangunan terdampak juga diminta tidak langsung memasuki bangunan yang mengalami keretakan atau kerusakan struktur sebelum dipastikan aman.

Di tengah situasi tersebut, BMKG turut mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang beredar di media sosial. Termasuk kabar mengenai prediksi waktu terjadinya gempa susulan pada jam tertentu yang dinyatakan tidak memiliki dasar ilmiah.

BMKG NTT menegaskan bahwa hingga saat ini gempa bumi belum dapat diprediksi secara tepat terkait waktu, lokasi, maupun kekuatannya.

Masyarakat diminta memperoleh informasi kebencanaan hanya melalui kanal resmi BMKG dan instansi pemerintah terkait.

Pemerintah sendiri memastikan penanganan dampak gempa dilakukan secara cepat, termasuk pendataan kerusakan dan korban di wilayah terdampak. Data mengenai dampak bencana masih terus diverifikasi bersama pemerintah daerah, BPBD, BMKG, dan unsur terkait.(Tim Redaksi) 

Berita Terkait

Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka
Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara
Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat
Nama TNI Diduga Dicatut untuk Lindungi PETI Bulangita, Sosok HD Jadi Sorotan ‎

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 03:02

Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini

Wednesday, 28 October 2026 - 02:40

Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Tuesday, 27 October 2026 - 15:00

Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka

Monday, 26 October 2026 - 10:17

Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara

Berita Terbaru