FP3 Pohuwato Resmi Terbentuk, Bidik Pengorganisasian Buruh di Lima Perusahaan

Monday, 21 September 2026 - 08:32

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost, Pohuwato— Front Pemuda Progresif Pohuwato (FP3) resmi terbentuk sebagai wadah pemuda yang memfokuskan kerja awalnya pada pengorganisasian masyarakat, khususnya sektor pekerja dan buruh di Kabupaten Pohuwato.

‎
‎FP3 disebut sebagai sel kerja Komite Politik Nasional Gorontalo yang memiliki hubungan koordinasi dengan Komite Politik Nasional Pusat serta Konfederasi Persatuan Buruh Indonesia (KPBI) Pusat.
‎
‎Dalam pembentukan struktur organisasi, Nazir Dunggio dipercaya secara aklamasi sebagai Ketua FP3 Pohuwato. Posisi Wakil Ketua dipercayakan kepada Fadel Imawan Hamzah, sementara Nazilla ditetapkan sebagai Sekretaris.
‎
‎Kerja awal FP3 akan diarahkan pada pengorganisasian pekerja di sejumlah perusahaan yang beroperasi di Pohuwato. Langkah tersebut dilakukan melalui pemetaan persoalan ketenagakerjaan, membangun komunikasi dengan pekerja hingga mendorong terbentuknya serikat pekerja atau Pimpinan Unit Kerja (PUK) di tingkat perusahaan.
‎
‎Sejumlah isu ketenagakerjaan menjadi perhatian, antara lain persoalan upah, kepastian hubungan kerja, pemutusan hubungan kerja (PHK), outsourcing, jaminan sosial, keselamatan dan kesehatan kerja (K3), serta perlindungan terhadap pekerja perempuan.
‎
‎Selain itu, FP3 juga menyebut persoalan kekerasan, diskriminasi dan dugaan perlakuan tidak layak di lingkungan kerja sebagai bagian dari persoalan yang akan dipetakan dalam proses pengorganisasian.
‎
‎Secara hukum, keberadaan serikat pekerja memiliki dasar melalui Undang-Undang Nomor 21 Tahun 2000 tentang Serikat Pekerja/Serikat Buruh. Dalam Pasal 5 ayat (1), pekerja atau buruh memiliki hak untuk membentuk dan menjadi anggota serikat pekerja.
‎
‎Sementara Pasal 5 ayat (2) mengatur bahwa serikat pekerja atau serikat buruh dibentuk oleh sekurang-kurangnya 10 orang pekerja atau buruh.
‎
‎Bagi FP3, pengorganisasian pekerja menjadi tahap awal untuk membangun pemahaman mengenai hak-hak ketenagakerjaan sekaligus memperkuat komunikasi dan kekuatan bersama sebelum pembentukan organisasi pekerja di tingkat perusahaan.
‎
‎Bidik Lima Perusahaan, FP3 Mulai Petakan Persoalan Buruh
‎
‎Ketua FP3 Pohuwato, Nazir Dunggio, mengatakan masih terdapat berbagai persoalan di Pohuwato yang menurutnya perlu mendapatkan perhatian dan dikaji melalui kerja-kerja kelompok progresif.
‎
‎“Banyak masalah yang harus diusut oleh kelompok progresif di Pohuwato yang secara ideologis berani melawan,” kata Nazir.
‎
‎Sebagai langkah awal, FP3 menyasar lima perusahaan besar di Pohuwato yang disebut belum memiliki serikat pekerja. Pengorganisasian akan diawali dengan membangun komunikasi bersama pekerja serta memetakan berbagai persoalan yang muncul di lingkungan kerja masing-masing.
‎
‎“Untuk saat ini, fokus kami adalah membangun kekuatan buruh di setiap perusahaan, terutama lima perusahaan besar di Pohuwato yang belum mempunyai serikat pekerja,” ujar Nazir.
‎
‎Menurutnya, pembentukan kekuatan pekerja akan menjadi dasar untuk mendorong lahirnya serikat pekerja atau PUK di tingkat perusahaan.
‎
‎“Tujuan terdekat kami adalah membangun kekuatan buruh. Setelah itu, kami akan mendorong terbentuknya serikat pekerja atau PUK di setiap perusahaan,” katanya.
‎
‎Nazir menegaskan, kerja FP3 tidak semata-mata diarahkan pada pembentukan organisasi pekerja. Pengorganisasian juga dimaksudkan untuk membuka ruang bagi pekerja memahami hak-haknya serta membicarakan berbagai persoalan ketenagakerjaan secara kolektif.
‎
‎“Selain membangun serikat pekerja, tidak menutup kemungkinan kami akan membangun kekuatan di sektor rakyat kecil lainnya. Tetapi untuk saat ini kami fokus terlebih dahulu pada sektor buruh,” kata Nazir.
‎
‎Persoalan Pekerja di Pohuwato Akan Dikonsolidasikan
‎
‎Dalam menjalankan aktivitasnya, FP3 memiliki jalur koordinasi organisasi dari tingkat daerah hingga pusat. Kerja organisasi di Pohuwato berada dalam koordinasi Komite Politik Nasional Gorontalo yang terhubung dengan Komite Politik Nasional Pusat dan KPBI Pusat.
‎
‎Melalui mekanisme tersebut, berbagai persoalan yang ditemukan selama proses pengorganisasian di lapangan dapat dikonsolidasikan melalui jenjang organisasi.
‎
‎Dengan demikian, persoalan pekerja yang ditemukan di tingkat perusahaan tidak hanya menjadi pembahasan lokal, tetapi dapat disampaikan melalui jaringan organisasi pada tingkatan yang lebih luas sesuai mekanisme internal yang berlaku.
‎
‎Koordinasi tersebut sekaligus menjadi bagian dari konsolidasi organisasi FP3 dalam menjalankan kerja-kerja pengorganisasian di Pohuwato.
‎
‎Fadel: Gerakan Progresif Harus Dipraktikkan di Tanah Kelahiran
‎
‎Wakil Ketua FP3 Pohuwato, Fadel Imawan Hamzah, mengatakan pembentukan organisasi tersebut tidak terlepas dari pengalaman sejumlah pemuda yang sebelumnya aktif dalam organisasi mahasiswa progresif.
‎
‎Sebagian di antaranya memiliki latar belakang aktivitas di Liga Mahasiswa Nasional untuk Demokrasi (LMND), yang saat ini dikenal sebagai Liga Mahasiswa Indonesia Demokratik (LMID).
‎
‎“Sudah seharusnya kelompok progresif lahir di Pohuwato. Secara teori, kelompok progresif paling berpihak kepada rakyat kecil,” ujar Fadel.
‎
‎Menurut Fadel, pengalaman berorganisasi selama menjadi mahasiswa tidak seharusnya berhenti pada tataran teori. Pengetahuan dan pengalaman tersebut, kata dia, perlu diterapkan melalui kerja nyata di daerah asal.
‎
‎“Apa yang kami pelajari semasa masih di LMND tidak cukup hanya menjadi teori. Itu wajib kami praktikkan di kampung dan tanah kelahiran sendiri,” katanya.
‎
‎Dengan terbentuknya FP3, fokus awal organisasi akan diarahkan pada pengorganisasian pekerja, pemetaan persoalan ketenagakerjaan serta upaya mendorong pembentukan serikat pekerja di sejumlah perusahaan di Pohuwato.
‎
‎FP3 juga menyatakan tetap membuka ruang pengorganisasian pada sektor masyarakat lainnya apabila ditemukan persoalan yang membutuhkan perhatian dan kerja bersama di lapangan.(Tim Redaksi)

Berita Terkait

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi
Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka
Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara
Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat
Tag :

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 03:21

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:02

Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini

Wednesday, 28 October 2026 - 02:40

Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Tuesday, 27 October 2026 - 15:00

Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka

Berita Terbaru