Aksi 21 September 2026 Selesai Digelar, IMM Pohuwato Tegaskan Perjuangan Belum Berakhir

Monday, 21 September 2026 - 13:52

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Akulturasipost,POHUWATO — Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) Kabupaten Pohuwato menggelar aksi demonstrasi pada Senin, 21 September 2026, sebagai refleksi atas Gerakan 21 September 2023 sekaligus menyuarakan sejumlah persoalan yang berkaitan dengan aktivitas pertambangan Pani Gold Mine(PGM).

‎Aksi tersebut membawa sejumlah tuntutan, di antaranya refleksi terhadap peristiwa 21 September 2023 yang berujung pada pembakaran Kantor Bupati Pohuwato, penolakan terhadap pengusulan status Proyek Strategis Nasional (PSN) untuk proyek emas Pani di tengah persoalan yang masih dipersoalkan masyarakat, serta desakan agar aktivitas PGM dihentikan sementara untuk memberikan ruang penyelesaian terhadap berbagai persoalan yang belum tuntas.

‎Dalam tuntutannya, massa aksi juga menyoroti persoalan penutupan akses tambang, polemik tali asih, pembongkaran camp dan talang penambang lokal, serta persoalan yang dinilai perlu diselesaikan sebelum aktivitas perusahaan berjalan lebih jauh.

‎Persoalan tali asih dan aktivitas PGM memang sebelumnya telah menjadi perhatian DPRD Pohuwato. Pada Oktober 2025, DPRD bersama perwakilan penambang lokal menyepakati surat kepada Gubernur Gorontalo untuk meminta penghentian sementara aktivitas PGM sampai persoalan tali asih diselesaikan. 

‎Namun, perkembangan berikutnya menunjukkan adanya perbedaan pandangan mengenai kewenangan penghentian aktivitas perusahaan. Pemerintah Provinsi Gorontalo pada 2026 menyatakan penghentian operasional bukan kewenangan gubernur, sembari meminta percepatan penyelesaian pembayaran kepada masyarakat terdampak. 

‎Koordinator Lapangan aksi, Sahyat Dalanggo, menegaskan bahwa aksi yang dilakukan bukan sekadar kegiatan seremonial untuk memperingati peristiwa 21 September 2023.

‎“Hari ini kami datang bukan sekadar untuk mengingat sebuah peristiwa, tetapi untuk memastikan bahwa persoalan-persoalan yang melatarbelakangi keresahan masyarakat tidak kembali dibiarkan berlarut-larut. Bagi kami, refleksi harus melahirkan sikap dan tindakan nyata dari pemerintah maupun pihak-pihak yang berkepentingan,” tegas Sahyat.

‎Menurutnya, mahasiswa akan terus mengawal berbagai persoalan yang disuarakan dalam aksi, terutama menyangkut kepentingan masyarakat penambang lokal dan penyelesaian persoalan yang berkaitan dengan aktivitas PGP.

‎“Kami Akan Kawal Sampai Ada Penyelesaian”

‎Sahyat juga menyampaikan bahwa berakhirnya aksi bukan berarti berakhirnya perjuangan mahasiswa.

‎“Aksi hari ini boleh selesai, tetapi perjuangan tidak berhenti di sini. Kami akan melihat sejauh mana tuntutan ini ditindaklanjuti. Kalau persoalan masyarakat terus dibiarkan tanpa penyelesaian yang jelas, maka kami akan kembali menyampaikan sikap dengan langkah-langkah konstitusional yang tersedia,” ujarnya.

‎Ia menambahkan, IMM Kabupaten Pohuwato meminta pemerintah membuka ruang dialog yang transparan dengan masyarakat serta memastikan setiap persoalan diselesaikan melalui mekanisme hukum dan kebijakan yang dapat dipertanggungjawabkan.

‎Aksi 21 September 2026 tersebut juga menjadi bagian dari rangkaian konsolidasi mahasiswa Pohuwato. Sebelumnya, elemen Cipayung Plus Pohuwato telah menggelar mimbar bebas pada 16 September 2026 dan menyatakan akan melanjutkan gerakan pada 21 September. 

‎IMM Kabupaten Pohuwato menegaskan bahwa momentum September tidak boleh berhenti sebagai agenda tahunan. Bagi massa aksi, peringatan tersebut harus menjadi pengingat agar persoalan masyarakat, khususnya yang berkaitan dengan kepentingan publik dan aktivitas pertambangan, mendapatkan penyelesaian yang terbuka, terukur, dan dapat dipertanggungjawabkan.(Tim Redaksi) 

Berita Terkait

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi
Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka
Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara
Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 03:21

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:02

Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini

Wednesday, 28 October 2026 - 02:40

Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Tuesday, 27 October 2026 - 15:00

Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka

Berita Terbaru