Akulturasipost,Pohuwato—Dinas Sosial bekerja sama dengan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) terus mengintensifkan penyaluran air bersih kepada masyarakat yang terdampak kekeringan akibat musim kemarau.
Koordinator Taruna Siaga Bencana (TAGANA), Firmansyah Mile, mengatakan bahwa proses distribusi air bersih saat ini menghadapi peningkatan permintaan dari masyarakat. Kondisi tersebut membuat jadwal penyaluran ke setiap rumah tangga tidak lagi dapat ditentukan secara pasti.
Menurut Firmansyah, petugas harus bekerja hingga malam hari, bahkan terkadang melanjutkan pengantaran sampai pagi, untuk memenuhi kebutuhan air bersih di sejumlah wilayah.
“Pengantaran adakalanya sampai pagi. Kami beristirahat pada Rabu, sekitar pukul 09.00, kemudian masuk lagi untuk melanjutkan distribusi ke wilayah berikutnya. Kemarin saja, kami berada di Manawa sampai malam,” ujar Firmansyah.
Ia menjelaskan, distribusi air bersih dilakukan menggunakan dua armada. Satu armada dioperasikan oleh BAZNAS, sedangkan armada lainnya berada di bawah Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).
Firmansyah menambahkan, pada kondisi normal, pengisian air ke rumah tangga biasanya dilakukan dengan jeda dua hingga tiga hari, kemudian kembali diisi pada hari keempat. Namun, meningkatnya kebutuhan air selama musim kemarau membuat pola distribusi tersebut sulit diterapkan secara konsisten.
“Sekarang distribusi per rumah tangga sudah tidak bisa dijadwalkan setiap berapa hari, karena banyak permintaan akibat kemarau,” jelasnya.
Sementara itu, Haris Pahuwa dari Dinas Sosial turut menjadi bagian dari pelaksanaan penyaluran air bersih tersebut.
Peningkatan intensitas distribusi ini menjadi upaya untuk membantu masyarakat memenuhi kebutuhan dasar air bersih di tengah kondisi kemarau. Kerja sama lintas instansi diharapkan dapat memperluas jangkauan pelayanan sekaligus memastikan bantuan air bersih menjangkau rumah tangga yang membutuhkan.(Tim Redaksi)






