Akulturasipost,Pohuwato—Dugaan aktivitas pertambangan emas tanpa izin (PETI) di wilayah Bulangita, Kabupaten Pohuwato, memunculkan persoalan baru. Seorang pria berinisial HD diduga mengatasnamakan utusan TNI dan mengklaim memiliki kemampuan untuk melindungi aktivitas usaha yang disebut-sebut beroperasi di kawasan tersebut.
Informasi ini mencuat berdasarkan pengakuan seorang warga Bulangita yang meminta identitasnya dirahasiakan. Menurut sumber tersebut, HD terkesan menunjukkan sikap tidak gentar terhadap kemungkinan adanya tindakan terhadap usaha yang diduga mendapat dukungannya.
Bahkan, HD disebut melontarkan pernyataan bernada menantang ketika berbicara dengan warga.
“Hantam saja, tidak ngefek ngoni,” ungkap sumber tersebut, mengutip ucapan HD.
Pernyataan itu memunculkan tanda tanya di tengah masyarakat. Benarkah HD memiliki keterkaitan resmi dengan institusi militer, atau justru menggunakan nama TNI untuk membangun kesan memiliki kekuatan dan perlindungan?
Status HD Dipertanyakan
Dugaan tersebut diperkuat oleh keterangan sumber lain yang mengaku mengetahui hubungan HD dengan sejumlah anggota TNI. Namun, sumber itu menyebut HD bukan bagian dari institusi militer tersebut.
“Dia ini sebenarnya bukan anggota, cuma memang baku taman deng anggota TNI, saya dengar,” ujar sumber kedua.
Keterangan tersebut masih membutuhkan verifikasi independen. Hubungan pertemanan dengan anggota militer, apabila benar ada, tidak serta-merta membuktikan keterlibatan institusi dalam aktivitas pertambangan yang dipersoalkan.
Karena itu, kejelasan identitas HD dan kebenaran klaim yang disampaikannya menjadi hal penting untuk ditelusuri lebih lanjut.
Aparat Diminta Telusuri Dugaan Bekingan PETI
Dugaan pencatutan nama institusi negara untuk memberikan kesan perlindungan terhadap aktivitas pertambangan yang diduga ilegal tidak boleh dibiarkan menjadi spekulasi berkepanjangan sehingga konfirmasi dari pihak terkait menjadi penting untuk persoalan ini menjadi jelas.(Tim Redaksi)






