‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sudut depan Kantor Bupati Pohuwato pada saat menjelang Upacara Sumpah pemuda dengan pemandangan tumpukan sampah dan bau tak sedap, (28/10/2026), Dok. akulturasipost

Sudut depan Kantor Bupati Pohuwato pada saat menjelang Upacara Sumpah pemuda dengan pemandangan tumpukan sampah dan bau tak sedap, (28/10/2026), Dok. akulturasipost

Akulturasipost,POHUWATO Peringatan Hari Sumpah Pemuda seharusnya menjadi momentum untuk membangkitkan semangat persatuan, tanggung jawab, dan kepedulian terhadap masa depan daerah. Namun, apa artinya semangat yang digaungkan dalam seremoni jika persoalan kebersihan lingkungan masih menjadi pekerjaan rumah yang belum terselesaikan?. 

Sekretaris Jendral Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) LABRAK

‎Di Kabupaten Pohuwato, khususnya wilayah Marisa, persoalan sampah yang berhamburan dan mengeluarkan bau menyengat menjadi perhatian serius. Kondisi ini menimbulkan keresahan dan kekhawatiran bagi masyarakat, terutama warga serta pengguna jalan yang setiap hari melintasi kawasan tersebut.

‎Sumpah Pemuda diperingati dengan upacara, tetapi kebersihan lingkungan tidak boleh berhenti sebagai slogan. Jangan sampai seremoni berlangsung meriah, sementara persoalan sampah di sekitar masyarakat justru terabaikan.

‎Atas kondisi tersebut, Sekjend Lembaga Aksi Bela Rakyat (LSM LABRAK), Irwan Hanggu mendesak Pemerintah Kabupaten Pohuwato, khususnya Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (DLHK), agar segera mengambil langkah konkret dalam menangani persoalan sampah yang meresahkan masyarakat.

‎ia mempertanyakan sejauh mana tanggung jawab dan keseriusan pemerintah daerah melalui DLHK dalam memastikan kebersihan lingkungan tetap terjaga.

‎Sampah yang menumpuk, berhamburan, dan mengeluarkan bau menyengat bukan sekadar persoalan keindahan kota. Kondisi tersebut dapat mengganggu kenyamanan masyarakat dan berpotensi menimbulkan masalah kesehatan apabila tidak segera ditangani dengan baik.

‎Masyarakat berhak menikmati lingkungan yang bersih dan sehat. Oleh karena itu, pemerintah tidak boleh membiarkan persoalan sampah berlarut-larut tanpa penanganan yang jelas.

‎“Kami dari LSM LABRAK mendesak DLHK Kabupaten Pohuwato agar segera turun ke lapangan, melihat langsung kondisi yang dikeluhkan masyarakat, dan melakukan penanganan nyata. Jangan sampai semangat Sumpah Pemuda hanya menjadi seremoni tahunan, sementara tanggung jawab terhadap lingkungan justru diabaikan,” tegas Sekjen LSM LABRAK, Irwan Hanggu.

‎Sebagai bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan kepentingan masyarakat, LSM LABRAK menyampaikan tuntutan sebagai berikut:

1. ‎Segera bersihkan sampah yang berhamburan dan menimbulkan bau menyengat di wilayah Marisa, Kabupaten Pohuwato.

2. ‎DLHK harus turun langsung ke lokasi untuk melakukan pemeriksaan dan memastikan penanganan berjalan sebagaimana mestinya.

3. ‎Evaluasi sistem pengangkutan dan pengelolaan sampah, termasuk jadwal pengangkutan dan pengawasan di titik-titik rawan penumpukan sampah.

4. ‎Berikan pelayanan kebersihan yang maksimal demi menjaga kenyamanan dan kesehatan masyarakat.

5. ‎Tunjukkan tanggung jawab melalui tindakan nyata, bukan hanya melalui imbauan atau kegiatan seremonial.

‎Bagi LSM LABRAK, semangat Sumpah Pemuda seharusnya diwujudkan melalui kerja nyata yang memberikan manfaat bagi masyarakat. Kepedulian terhadap daerah tidak cukup hanya disampaikan melalui pidato dan upacara, tetapi harus dibuktikan dengan tindakan yang dapat dirasakan langsung oleh rakyat.

‎Pemerintah daerah, khususnya DLHK, perlu menjadikan persoalan sampah ini sebagai perhatian serius. Lingkungan yang bersih merupakan bagian penting dari kualitas pelayanan publik dan tanggung jawab pengelolaan lingkungan.

‎“Miris, bahkan di sudut beranda kantor bupati yang menjadi citra pertama kabupaten Pohuwato pada hari sumpah pemuda malah berserakan sampah dan bau busuk, Jangan sampai kita sibuk merayakan semangat persatuan, tetapi abai terhadap persoalan yang nyata di depan mata Sumpah Pemuda bukan sekadar seremoni, melainkan panggilan untuk bertindak. Kami dari LSM LABRAK mendesak pemerintah agar segera menjawab keresahan masyarakat dengan langkah konkret dan bertanggung jawab,” tutup Irwan. 

‎Sebab, daerah yang maju bukan hanya daerah yang meriah dalam perayaan, melainkan daerah yang mampu memberikan lingkungan bersih, sehat, dan nyaman bagi masyarakatnya.(Tim Redaksi) 

Berita Terkait

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi
Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka
Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara
Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat
Nama TNI Diduga Dicatut untuk Lindungi PETI Bulangita, Sosok HD Jadi Sorotan ‎

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 03:21

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:02

Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini

Wednesday, 28 October 2026 - 02:40

Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Tuesday, 27 October 2026 - 15:00

Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka

Berita Terbaru