Kapolres Berjanji Proses Hukum, Stopwatch di Tangan, Kesabaran Publik di Ujung Waktu: GASSPOLL Beri Tenggat : 7X24 Jam!!!

Tuesday, 11 November 2025 - 02:12

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

 

Pohuwato – Jika kepolisian meminta waktu, publik justru membawa stopwatch. Pemandangan inilah yang ditunjukkan Gabungan Ormas Pohuwato Lipu Lami (GASSPOLL) dalam ultimatum terbarunya. Ditemani dentum sound system yang menggema di tengah situasi panas PETI Bulangita, Koordinator Lapangan, Yusuf Mbuinga, menyampaikan pesan sederhana namun mematikan: waktu hampir habis.

“Tujuh kali dua puluh empat jam. Kalau status hukum belum naik, kalau alat berat belum dipolice line—kita kembali dengan gelombang yang lebih besar,” ujar Yusuf sambil mengangkat stopwatch ke arah wartawan. Publik menyambut dengan sorak: bukan euforia, tetapi ketidakpercayaan yang sudah menua.

GASSPOLL menilai kehadiran excavator tanpa legalitas, plus korban jiwa di lokasi, adalah kombinasi yang tak bisa dibela oleh kata investigasi masih berjalan. Telah terjadi indikasi tindak pidana lingkungan, pertambangan ilegal, dan tentu saja, kelalaian struktural.

—

Tudingan “Tarik Ulur” Mulai Muncul

Belum adanya tindakan penyitaan alat berat memperkuat kecurigaan: ada kepentingan di selubung kabut. Di kedai kopi hingga grup WhatsApp warga, satu kalimat beredar:

> “Kenapa yang mati lebih cepat diangkut daripada alat beratnya?”

Sorakan pedas itu kini sampai ke kuping aparat.

—

Forkopimda Ikut Dipanggil ke Panggung

Yusuf juga menyeret nama para petinggi Pohuwato ke meja kewajiban moral. Ia menuntut rapat Forkopimda untuk memutuskan nasib PETI Bulangita secara terang, bukan sekadar kasak–kusuk administratif.

“Kerusakan ekologis, sumbatan sungai, potensi longsor, merkuri, konflik sosial, dan—yang paling mahal—nyawa. Masih ada yang ingin menunggu?” katanya.

Dan publik berbisik: Berapa nyawa lagi sebelum rapat itu digelar?

—

 

Peringatan berikutnya dilontarkan tanpa getaran di suara:

> “Kalau Forkopimda adem ayem, kami akan bawa massa ke kantor mereka. Perintah sudah masuk, Sound system mengaminkan.

—

Bulangita Masuk Zona Merah

Selain kerusakan ekologis, dampak sosial menyebar:

Jalanan penuh lumpur tambang,

Debu yang meracuni udara,

Aktivitas ngebut malam,

Pekerja luar daerah yang membanjiri desa,

Perubahan kultur mikro–masyarakat.

Pengamat sosial menyebut situasi ini: bom waktu yang sedang disetel.

—

 

—

 

Dunia medsos sudah menetapkan label:

Konsistensi diuji, Independensi dicurigai,

Keberpihakan dipotret dari kejauhan.

Jika tenggat 7×24 jam habis tanpa progres, bukan hanya aksi jilid III—Pohuwato bisa menyaksikan demo terbesar tahun ini.

—

Di Balik Ultimatum

Dapat dibaca jelas:

> Yang dipertanyakan bukan kemampuan. Yang dipertanyakan adalah kemauan.

—

Sementara Stopwatch Berjalan…

Jarum terus bergerak. Di balik layar, publik bukan lagi menunggu laporan polisi. Mereka menunggu sejarah menilai:

siapa berani,

siapa ragu,

siapa berpihak pada tambang,

siapa berpihak pada manusia dan lingkungan.

Jika waktu habis, GASSPOLL sudah bersiap. Dan kali ini, mikrofon orasi mereka tidak mengenal mode mute.

—

(Redaksi)

 

Berita Terkait

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi
Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka
Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara
Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 03:21

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:02

Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini

Wednesday, 28 October 2026 - 02:40

Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Tuesday, 27 October 2026 - 15:00

Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka

Berita Terbaru