Akulturasipost, Pohuwato—Suasana pasar Minggu marisa pada 28 Desember 2025 terlihat cukup padat. Para pedagang dan pembeli yang lalu lalang pada siang tadi pun tetap seperti pekan-pekan sebelumnya.
Terpantau media harga jual sembilan bahan pokok (sembako-red) relatif tidak melonjak tinggi, harga cabai perkilo berkisar dari Rp.40.000 hingga Rp,60.000 , Tomat di kisaran RP,15.000 hingga Rp. 5000 perkilo, Bawang Merah Rp, 35.000 hingga Rp, 40.000 dan Bawang Putih di harga Rp, 40.000 hingga Rp, 50.000 perkilo
Sementara itu rata-rata Harga minyak Goreng di kisaran Rp, 40.000 perliter, Gula pasir kisaran Rp, 17.000 hingga Rp, 20.000 perkilo dan telur di Kisaran RP. 50.000 Hingga Rp, 60.000 per bak.
Di sela hiruk pikuk dan hingar-bingar pasar Minggu marisa ada pemandangan yang cukup membuat hati miris, seorang ibu-ibu terlihat beradu mulut dengan petugas distribusi parkir Dinas Perhubungan. Suara ketusnya meskipun dengan protes tetap mengeluarkan selembar uang kertas dua ribuan
Celotehnya terdengar jelas dengan muka yang di tekuk “So kurang di dalam deng di luar ini mo bayar, di dalam samua so mangaku dorang pe lahan parkir di luar poli debo mo ba bayar” Ujarnya.
Sesuai Peraturan Pemerintah (PP) No. 35 Tahun 2023 tentang Pajak Daerah dan Retribusi Daerah, yang menjadi payung hukum bagi Peraturan Daerah (Perda)Dinas perhubungan masing-masing kabupaten/kota yang mengatur teknis pengelolaan retribusi, tarif, bagi hasil, dan kewajiban Dishub serta Juru Parkir, termasuk penggunaan karcis, seragam, dan penertiban parkir liar di pasar, hal ini mungkin tidak di pahami sebagian warga namun hal yang menjadi perhatian adalah maraknya parkir liar di lingkungan Pasar Minggu marisa, apalagi pada momen Nataru.
Beberapa warga bahkan berkomentar dengan nada ringan tapi sarat dengan sindiran keras ” Ini parkir model Bgini so hal biasa, di dalam lima ribu baru di luar 2000 jadi kalo mo ka pasar jangan kase abis samua uang belanja “ucap bapak yang enggan di sebutkan namanya.
Pemda Pohuwato khususnya Dinas Perhubungan mungkin tidak tahu hal ini atau bahkan mungkin tahu terkait parkir liar ini namun enggan menindakinya, melihat hal ini sudah di normalisasi oleh sebagian warga namun begitu miris terpancar dalam tata kelola.
TIM REDAKSI






