“Komitmen yang Menghangatkan: Afif dan Program Sunatan Massal untuk Anak Yatim”

Tuesday, 30 December 2025 - 09:42

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

 

akulturasipost, Pohuwato — Di sebuah ruangan sederhana Panti Asuhan Sumayya, Marisa, puluhan anak yatim duduk bersila dengan pakaian terbaik mereka. Mereka datang untuk berdoa bersama. Tetapi tanpa dugaan mereka, hari itu menjadi hari yang mengubah hati banyak orang—hari ketika seorang pemimpin turun bukan sebagai pejabat, bukan sebagai politisi, tetapi sebagai manusia.

Sosok itu adalah Mohamad Afif, Ketua DPD PAN Pohuwato.

Ia hadir dengan langkah pelan, duduk bersama anak-anak tanpa jarak, tanpa protokol, tanpa sekat. Yang ia bawa bukan program besar, bukan anggaran negara, bukan wacana politik.

Yang ia bawa adalah ketulusan yang sulit dijumpai hari ini.

“Saya yang tanggung… kalian tidak sendiri.”

Momen itu terjadi begitu cepat namun meninggalkan bekas panjang pada siapa pun yang mendengarnya. Afif berdiri, menatap anak-anak yatim yang menunggu dengan diam, lalu menyampaikan kabar yang membuat suasana berubah haru.

“Kalau ada anak yatim yang sudah aqil baligh tapi belum dikhitan… biar saya yang tanggung semua. Jangan malu. Jangan takut. Kalian tidak sendiri.”

Hening sesaat.

Beberapa anak tampak menunduk,

Pengurus panti asuhan saling berpandangan, mereka sadar bahwa di tengah kesulitan yang mereka hadapi dalam mengelola panti, masih ada yang memberi perhatian pada kebutuhan penghuni panti.

Kata-kata itu terdengar sederhana, tapi bagi anak-anak yang hidup tanpa orang tua, kalimat itu seperti pelukan tak terlihat. Pelukan yang selama ini tidak mereka punya.

Di antara kerumunan, seorang anak laki-laki tampak ragu mengangkat tangan. Suaranya kecil, hampir tenggelam dalam keheningan.

“Om… apa betul… semua gratis?”

Suatu pertanyaan yang lahir dari hati yang terbiasa menunggu, terbiasa kekurangan, terbiasa bertanya-tanya apakah ia pantas menerima bantuan.

Afif mendekat, berjongkok agar sejajar dengan tinggi si anak, lalu berkata:

“Iya. Kamu tidak perlu berpikir apa pun. Tugasmu hanya tumbuh jadi anak yang baik. Biar aku yang urus tetap.”

Kalimat itu membuat dua pengurus panti asuhan langsung menutup wajah mereka.

Di ruangan itu, batas antara pejabat dan masyarakat hilang begitu saja.

Doa anak yatim yang menggemparkan hati

Saat doa dimulai, tangan kecil diangkat ke langit, dan suara mereka bergetar:

“Ya Allah… jagalah Pohuwato… jagalah kami… dan jagalah orang-orang yang peduli pada kami…”

Di kursinya, Afif diam. Tangannya terkepal, seolah menahan haru.

Pada saat itu, ia bukan sebagai ketua partai, bukan sebagai anggota DPRD, ia hanya seorang manusia yang sedang menerima doa tulus dari anak-anak yang kehidupannya dipenuhi keheningan.

Doa itu menjadi saksi bahwa kepedulian tidak membutuhkan panggung, tidak membutuhkan kamera, tidak membutuhkan publikasi yang mewah.

Instruksi DPP PAN hanya meminta doa bersama.

Namun Afif membawa instruksi itu jauh lebih dalam—ke dalam ruang kemanusiaan yang jarang disentuh.

Tidak ada sorotan cahaya, tidak ada acara besar.

Yang ada hanya diruangan sederhana, anak-anak dengan mata penuh harap, dan seorang pemimpin yang memilih untuk hadir sebagai penjaga kecil harapan mereka.

“Kami tidak ingin menjadi pihak yang hanya berbicara. Kami ingin hadir dan menyentuh hati,” kata Afif sebelum meninggalkan panti asuhan.

Dan pada hari itu, ia berhasil.

Ia tidak hanya menyentuh hati—ia membuka kembali kepercayaan bahwa pemimpin politik masih bisa memiliki sisi manusia yang hangat, jujur, dan tulus. (tim redaksi)

Berita Terkait

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi
Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini
Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri
‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka
Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara
Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 03:21

SUMPAH PEMUDA dalam seremoni,jeritan rakyat diluar pagar Konsesi

Wednesday, 28 October 2026 - 03:02

Kebaya Kartini dan Ragam Profesi Warnai Sumpah Pemuda di SDN 05 Marisa, Kepala Sekolah Tanamkan Karakter Sejak Dini

Wednesday, 28 October 2026 - 02:40

Dandim 1313/Pohuwato Hadiri Upacara Peringatan Hari Sumpah Pemuda ke-98 Tahun 2026 yang Dirangkaikan dengan Apel Korpri

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Tuesday, 27 October 2026 - 15:00

Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka

Berita Terbaru