POHUWATO – Dunia akademik yang seharusnya menjadi ruang dialog dan kebebasan berpikir, justru dipertontonkan dengan sikap arogansi oleh pejabat Universitas Pohuwato (UNIPO). Seorang dosen, Titi Hawanda Methania Kono, mendadak dikeluarkan dari grup WhatsApp kampus setelah mengirimkan dokumentasi aksi mahasiswa Fakultas Teknik di lingkungan kampus.
Langkah yang diambil PJ Rektor UNIPO itu menuai sorotan tajam. Banyak pihak menilai, tindakan tersebut menunjukkan wajah kekuasaan kampus yang semakin antikritik dan tidak siap menerima kenyataan sosial di dalam institusinya sendiri.
Kepada awak media, Titi menjelaskan kronologi kejadian. Ia mengatakan hanya membagikan foto dan video aksi mahasiswa tanpa embel-embel komentar provokatif. Namun tak lama setelah unggahan itu, ia mendapati dirinya telah dikeluarkan dari grup.
“Saya hanya kirim dokumentasi aksi mahasiswa, bukan hal yang melanggar. Tapi ternyata pimpinan seolah tak mau melihat dinamika mahasiswa. Ini sikap yang sangat tidak akademis,” ujarnya dengan nada kecewa.
Lebih jauh, Titi mengungkap adanya pesan bernada tekanan dari Bendahara UNIPO, yang diduga dikirim beberapa saat sebelum dirinya dikeluarkan dari grup. Isi pesan tersebut dinilai tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat struktural kampus:
“Lagi ada nga p foto kirim kamari metaa… memang nga itu ee.”
“Kirim kmri smua nga p vidio.. kirim kmri smua.”
“Awaas klau nga tdk mo b kirim kmri lagi.”
“Apa nga p mau metaa.”
Pesan-pesan itu, menurut Titi, bukan hanya bernada memerintah tetapi juga sarat dengan nada mengancam.
“Bahasa seperti itu tidak pantas keluar dari pejabat kampus. Ini bukan gaya komunikasi akademisi, tapi gaya kekuasaan yang menekan,” tegasnya.
Sikap PJ Rektor yang memilih mengeluarkan dosen dari grup alih-alih berdialog, dinilai menunjukkan pola kepemimpinan yang menutup ruang komunikasi dan mempersempit kebebasan akademik di UNIPO.
Hingga berita ini dipublikasikan, PJ Rektor UNIPO maupun Bendahara kampus belum memberikan tanggapan apa pun. Pesan dan panggilan yang dikirim awak media belum mendapatkan jawaban.





