Dosen UNIPO Jadi Korban Arogansi Kekuasaan, Dikeluarkan dari Grup karena Kirim Foto dan Video Aksi

Tuesday, 28 October 2025 - 11:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pohuwato – Dunia akademik yang seharusnya menjadi ruang dialog dan kebebasan berpikir, justru dipertontonkan dengan sikap arogansi oleh pejabat Universitas Pohuwato (UNIPO). Seorang dosen, Titi Hawanda Methania Kono, mendadak dikeluarkan dari grup WhatsApp kampus setelah mengirimkan dokumentasi aksi mahasiswa Fakultas Teknik di lingkungan kampus.

Langkah yang diambil PJ Rektor UNIPO itu menuai sorotan tajam. Banyak pihak menilai, tindakan tersebut menunjukkan wajah kekuasaan kampus yang semakin antikritik dan tidak siap menerima kenyataan sosial di dalam institusinya sendiri.

Kepada awak media, Titi menjelaskan kronologi kejadian. Ia mengatakan hanya membagikan foto dan video aksi mahasiswa tanpa embel-embel komentar provokatif. Namun tak lama setelah unggahan itu, ia mendapati dirinya telah dikeluarkan dari grup.

“Saya hanya kirim dokumentasi aksi mahasiswa, bukan hal yang melanggar. Tapi ternyata pimpinan seolah tak mau melihat dinamika mahasiswa. Ini sikap yang sangat tidak akademis,” ujarnya dengan nada kecewa.

Lebih jauh, Titi mengungkap adanya pesan bernada tekanan dari Bendahara UNIPO, yang diduga dikirim beberapa saat sebelum dirinya dikeluarkan dari grup. Isi pesan tersebut dinilai tidak pantas diucapkan oleh seorang pejabat struktural kampus:

“Lagi ada nga p foto kirim kamari metaa… memang nga itu ee.”

“Kirim kmri smua nga p vidio.. kirim kmri smua.”

“Awaas klau nga tdk mo b kirim kmri lagi.”

“Apa nga p mau metaa.”

Pesan-pesan itu, menurut Titi, bukan hanya bernada memerintah tetapi juga sarat dengan nada mengancam.

“Bahasa seperti itu tidak pantas keluar dari pejabat kampus. Ini bukan gaya komunikasi akademisi, tapi gaya kekuasaan yang menekan,” tegasnya.

Sikap PJ Rektor yang memilih mengeluarkan dosen dari grup alih-alih berdialog, dinilai menunjukkan pola kepemimpinan yang menutup ruang komunikasi dan mempersempit kebebasan akademik di UNIPO.

Hingga berita ini dipublikasikan, PJ Rektor UNIPO maupun Bendahara kampus belum memberikan tanggapan apa pun. Pesan dan panggilan yang dikirim awak media belum mendapatkan jawaban.

Berita Terkait

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”
Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka
Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita
Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara
Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat
Nama TNI Diduga Dicatut untuk Lindungi PETI Bulangita, Sosok HD Jadi Sorotan ‎
Tanpa Latihan Gabungan, Ribuan Pelajar Kei Kecil Hadirkan Penampilan Bersejarah di Meti Kei 2026
Menyalakan Semangat Belajar dari Desa, MI Ibnu Syabil Weer Ohoiker, Nani Kurratul Aini, Perkuat Literasi Siswa Lewat Program Belajar Malam

Berita Terkait

Wednesday, 28 October 2026 - 01:21

‎Sumpah pemuda di ceremony,Sampah di Beranda,LSM LABRAK :”miris! Tumpukan sampah bahkan berserakan di beranda kantor Bupati!”

Tuesday, 27 October 2026 - 15:00

Mayjen Anggit Exton Yustiawan Mulai Kepemimpinan di Kodam XIII/Merdeka

Monday, 26 October 2026 - 10:22

Wali Kota Tual Nyanyikan Lagu Rohani di Sidang MPL 2026: Ain Ni Ain, Bukti Nyata Toleransi Kita

Monday, 26 October 2026 - 10:17

Operasi Patuh Otanaha 2026 Dimulai, Satlantas Polres Pohuwato Tindak 4 Pengendara

Sunday, 25 October 2026 - 15:16

Prabowo Akui Banyak Kekurangan MBG, 13 Orang Jadi Tersangka dan 353 Dipecat

Berita Terbaru