PETI Bulangita Hancurkan Lahan Petani: Air Keruh Dan Lumpur Tenggelamkan 1 Hektare Kebun Jagung. Program Pemerintah Sia Sia

Sunday, 16 November 2025 - 06:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

 

akulturasipost.com , Pohuwato — Dampak serius aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Desa Bulangita, Kecamatan Marisa, kembali memicu kemarahan masyarakat. Tidak hanya memakan korban, selama bertahun-tahun, kini aktivitas tambang itu kembali menimbulkan kerugian besar bagi lingkungan, khususnya masyarakat petani.

Kali ini, Kisman Dehito (36), petani di Dusun Mekar Indah, Desa Palopo, harus menerima kenyataan pahit: 1 hektare lahan jagung miliknya rusak total, gagal panen, dan terancam tidak dapat digarap lagi untuk beberapa waktu ke depan.

Menurut Kisman, keruhnya air  bercampur sedimentasi menggenangi perkebunannya. Ia menyebut bahwa sedimentasi tersebut diduga kuat berasal dari aktivitas PETI yang terus beroperasi di Bulangita tanpa henti.

> “Air sudah naik karena salurannya penuh sedimentasi. Jagung rusak dan tidak bisa dipanen. Ada 1 hektare yang terdampak. Air keruh itu dari PETI Bulangita,” ujar Kisman, Minggu (16/11/2025).

Ia mengaku sudah menyampaikan keluhan ini kepada Pemerintah Desa Palopo, namun hingga kini tidak ada tindakan nyata yang mampu menghentikan kerusakan lingkungan tersebut.

Aktivitas PETI Bulangita bukan fenomena baru.

Sudah bertahun-tahun masyarakat mengeluh, sungai keruh dan dipenuhi limbah tambang, lahan pertanian rusak, irigasi tersumbat, sedimentasi menyumbat saluran, bahkan beberapa petani memilih meninggalkan lahan mereka karena gagal panen.

Namun hingga saat ini, keberadaan PETI tersebut hampir tidak tersentuh hukum.

GASPOLL (Gabungan Ormas Pohuwato Lipu Lami), organisasi yang sejak lama mengawal persoalan PETI di Pohuwato, kembali mengecam keras mandeknya penindakan aparat.

Ketua GASPOLL sekaligus Ketua DPD AKPERSI, Imran Uno, menegaskan bahwa tidak adanya langkah tegas terhadap PETI Bulangita akan menimbulkan kualitas serius dari masyarakat.

Menurut Imran, kerusakan lahan petani hanya salah satu bukti bahwa PETI Bulangita bebas beroperasi tanpa rasa takut pada aturan dan hukum.

> “Ini bukan lagi pelanggaran kecil. Ini perusakan lingkungan, perusakan masa depan petani. Dan anehnya, semua terjadi di depan mata aparat,” tegas Imran Uno.

Ia menambahkan bahwa selama ini PETI Bulangita sudah berkali-kali dilaporkan kepada masyarakat, namun tidak pernah ada tindakan menyeluruh yang menghentikan alat-alat berat di lokasi tersebut. (Tim Redaksi)

 

Berita Terkait

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato
Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026
Dua Saksi Dipanggil Polisi, Penyelidikan Dugaan Pengancaman Terhadap Wartawan Berlanjut
YR TIM Pohuwato Konsisten Gelar Jumat Berkah, Tebar Kepedulian Sosial dan Perkuat Semangat Berbagi

Berita Terkait

Wednesday, 29 July 2026 - 18:43

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Friday, 24 July 2026 - 11:26

Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan

Wednesday, 22 July 2026 - 14:04

Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan

Berita Terbaru