“Strategi yang Tak Terlihat Publik: Ketika Sampah dan Limbah Menjadi Sumber Kekayaan Baru”

Thursday, 27 November 2025 - 23:55

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

akulturasipost.com, Pohuwato – Satu hal yang tidak banyak diketahui masyarakat: transformasi lingkungan hidup di Pohuwato tidak berhenti. Bahkan bagian paling menarik justru baru dimulai.

Sumitro memberkan rencana jangka panjang yang sebagian besar belum diumumkan ke publik. Targetnya sederhana namun revolusioner:

Sampah dan limbah akan menjadi sumber pendapatan daerah baru.

Ia sedang merancang sistem pengelolaan limbah tinja yang dapat menggenjot PAD lebih besar. Bukan teknologi abstrak, tetapi teknologi yang sudah dipakai di banyak negara maju:

Limbah tinja bisa diubah menjadi Pupuk organik kaya nitrogen, fosfor, dan kalium, Sumber energi terbarukan yaitu Biogas, Listri dan Pemanas udara

Jika ini berhasil, maka Pohuwato akan berada tepat di depan banyak daerah lain.

Dan ingat konteksnya:

> Negara sedang melakukan efisiensi anggaran. Banyak daerah yang menurunkan program. Tapi Pohuwato justru menemukan sumber pendapatan baru—bukan dari proyek, tetapi dari limbah.

Ini membuka dua pertanyaan besar:

1. Mengapa strategi ini baru dilakukan sekarang?

2. Dan mengapa banyak daerah yang belum meniru?

Perubahan ini mengandung konsekuensi besar: Mengubah cara pemerintah memandang sampah, Mengubah ekosistem ekonomi lokal, menghapus kebiasaan lama yang selama ini dianggap normal.

Kini masyarakat mulai memahami bahwa pencapaian PAD 1 miliar bukan angka biasa. Ia adalah bukti bahwa sistem lama benar-benar dibongkar.

Jika pada tahun 2022 DLH hanya mampu menembus angka 50 juta, maka kini memutarnya menjadi tanda tanya sekaligus tanda seru:

Bagaimana satu instansi yang identik dengan sampah justru menjadi penyelamat anggaran daerah di tengah krisis efisiensi nasional?

Jawabannya mengarah pada satu kesimpulan:

> Ada strategi besar yang sedang disiapkan.

Dan episode ini belum selesai.

(Bersambung…)

(Tim Redaksi)

Berita Terkait

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato
Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas
Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga
Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan
Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan
TMMD Ke-129 Pererat Kemanunggalan TNI-Rakyat Lewat Nobar Final Piala Dunia 2026
Dua Saksi Dipanggil Polisi, Penyelidikan Dugaan Pengancaman Terhadap Wartawan Berlanjut
YR TIM Pohuwato Konsisten Gelar Jumat Berkah, Tebar Kepedulian Sosial dan Perkuat Semangat Berbagi

Berita Terkait

Wednesday, 29 July 2026 - 18:43

PETI Desa Teratai Digerebek, Pemilik Excavator dan Operator Diamankan Polres Pohuwato

Monday, 27 July 2026 - 03:14

Dugaan TPPU belum terang, namun aktivitas PETI Hj. S masih terus beroprasi, penambang tradisional kabilasa mengaku dilarang beraktivitas

Sunday, 26 July 2026 - 08:59

Diduga Beroperasi, Delapan Ekskavator Milik Haji S Digunakan dalam Aktivitas PETI di Botudulanga

Friday, 24 July 2026 - 11:26

Baznas dan Pemkab Pohuwato percepat penanganan bencana dan bantuan kemanusiaan

Wednesday, 22 July 2026 - 14:04

Hasil RDPU Belum Tuntas, Perusahaan malah makin menggila ; Talang Penambang Lokal diangkut ke Polres hingga HILANGNYA Data Izin di OSS Kian Jadi Sorotan

Berita Terbaru